Beredar video berjudul 'GEMPAR HARI INI || HUKUMAN PANJI GUMILANG AKHIRNYA DI JALANKAN,kpk'. yang diunggah oleh akun YouTube Benang Merah yang diunggah pada Senin (3/7/2023).
Narasi video itu mengarahkan penonton agar percaya bahwa pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun, Abdus Salam Panji Gumilang atau Panji Gumilang mendapat hukuman dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan soal ajaran sesat yang diajarkan oleh Ponpes di Indramayu tersebut.
Video ini pun didukung dengan gambar thumbnail Panji Gumilang tidak menggunakan baju seolah ia memang telah menjalankan hukuman dengan ditelanjangi tubuhnya.
Selain itu, video itu lengkap disertai tulisan 'Ditelanjangi Habis-habisan. Ponpes Al Zaytun Akhirnya Dibubarkan.
Penjelasan
Berdasarkan penelusuran video tersebut secara keseluruhan yang berdurasi 8 menit 5 detik, tidak ditemukan video atau foto Panji Gumilang ditelanjangi maupun bukti valid dari klaim Ponpes Al Zaytun akhirnya dibubarkan.
Video tersebut justru menarasikan soal isu ajaran sesat yang diajarkan Ponpes Al Zaytun.
Selain itu, video tersebut juga tidak terdapat kesesuaian antara judul dan thumbnail video yang diunggah dengan isinya. Foto yang digunakan di thumbnail video pun juga merupakan hasil rekayasa.
Meski begitu, Panji Gumilang diketahui memang penuhi panggilan Bareskrim polri terkait polemik Ponpes Al Zaytun pada Senin (3/7).
Baca Juga: Bisa-bisanya Filipina Comot Sawah Terasering Indonesia untuk Promo Wisata
Sebelumnya, polisi telah melayangkan surat panggilan pemeriksaan terhadap Panji. Pimpinan Ponpes Al Zaytun itu menjadi terlapor terkait dua laporan polisi yang masuk tentang penistaan agama.
Selain Panji, polisi telah memeriksa beberapa saksi terkait kasus Ponpes Al Zaytun.
Kesimpulan
Video dengan judul 'GEMPAR HARI INI || HUKUMAN PANJI GUMILANG AKHIRNYA DI JALANKAN,kpk' yang diunggah oleh akun YouTube Benang Merah pada Senin (3/7) memiliki konten yang menyesatkan atau hoax.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis