- PT Dharma Inti Bersama membangun Kawasan Industri Pulau Penebang di Kayong Utara sebagai pusat pengolahan bauksit terintegrasi.
- Proyek strategis nasional ini berhasil menyerap 1.800 tenaga kerja lokal dalam berbagai kegiatan konstruksi dan operasional kawasan.
- Transformasi ekonomi daerah didorong melalui hilirisasi sumber daya alam yang ditargetkan beroperasi penuh pada tahun 2028 mendatang.
Suara.com - Transformasi ekonomi tengah berlangsung di wilayah pesisir Kabupaten Kayong Utara, dari aktivitas perikanan dan wilayah kepulauan kini mulai bergerak menuju pusat pertumbuhan industri baru berbasis hilirisasi sumber daya alam, berkat hadirnya Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) yang dikembangkan oleh PT Dharma Inti Bersama, anak usaha Harita Group.
Kawasan strategis nasional ini menjadi pusat pengolahan dan pemurnian bijih bauksit untuk menghasilkan alumina dan aluminium terintegrasi. Kehadiran KIPP kini mulai menggeser struktur ekonomi lokal, dari berbasis tradisional menuju industri bernilai tambah tinggi.
Ketua Pansus DPRD Kayong Utara, Ishak ST, menilai perubahan ini sebagai momentum penting bagi daerah.
“Kami melihat adanya perubahan signifikan. Kehadiran KIPP bukan hanya investasi, tetapi sudah menjadi penggerak ekonomi baru di Kayong Utara,” ujarnya dalam Rapat Kerja LKPJ, belum lama ini.
1.800 Warga Lokal Masuk Ekosistem Industri Baru
Salah satu dampak paling nyata dari transformasi ini adalah penyerapan tenaga kerja lokal. Saat ini, sekitar 1.800 warga telah terlibat langsung dalam aktivitas proyek, mulai dari konstruksi hingga operasional pendukung kawasan industri.
Menurut DPRD, hal ini menunjukkan bahwa industrialisasi tidak hanya terjadi di atas kertas, tetapi benar-benar menyentuh masyarakat di tingkat akar rumput.
Anggota DPRD Kayong Utara, Abdul Rani, menegaskan bahwa dampak ekonomi sudah terasa bahkan sebelum tahap produksi dimulai.
“Belum masuk tahap produksi, tetapi dampaknya sudah nyata. Ada lapangan pekerjaan, pelatihan keterampilan, hingga pemberdayaan masyarakat pesisir,” katanya.
Baca Juga: Sinergi DPRD dan Harita Group Dorong KIPP Kayong Utara Jadi Motor Ekonomi Baru Daerah
Dari Ekonomi Tradisional ke Industri Bernilai Tambah
KIPP yang berlokasi di Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, menjadi simbol perubahan struktur ekonomi daerah. Kawasan ini dirancang sebagai pusat industri smelter yang mendukung agenda hilirisasi nasional.
Perwakilan manajemen PT DIB menjelaskan bahwa pembangunan kawasan terus dipercepat, termasuk infrastruktur utama seperti pembangkit listrik, pelabuhan, dan fasilitas pendukung lainnya. Operasional penuh ditargetkan dimulai pada 2028.
Selain pembangunan fisik, kehadiran KIPP juga menciptakan efek berganda (multiplier effect). Aktivitas proyek mendorong tumbuhnya usaha lokal, peningkatan permintaan barang dan jasa, serta membuka peluang ekonomi baru di desa-desa sekitar.
Harapan Baru Ekonomi Daerah
DPRD Kayong Utara menilai transformasi ini sebagai awal dari perubahan besar struktur ekonomi daerah. Dengan dukungan investasi industri, Kayong Utara diharapkan tidak hanya bergantung pada sektor tradisional, tetapi juga memiliki basis industri yang kuat dan berkelanjutan.
Berita Terkait
-
Purbaya Ungkap Syarat Jika Mau Targetkan Indonesia Emas 2045
-
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2026 Diproyeksikan Turun ke 5 Persen
-
Purbaya Klaim Rating Utang Indonesia di S&P Aman hingga 2028
-
World Bank Minta Maaf ke Purbaya Buntut Salah Proyeksi Ekonomi RI
-
Purbaya Curhat Banyak Dapat Sentimen Negatif Ekonomi: Kadang Dipuji, Besoknya Diragukan
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
Terkini
-
Momentum Kartini 2026: Pertamina Perkuat UMKM Naik Kelas Lewat Inovasi, Ketahanan, dan Akses Pasar
-
7 Bulan Menjabat, Harta Kekayaan Menkeu Purbaya Naik Rp18,2 M dan Tak Memiliki Utang
-
Isi Lengkap Candaan Menkeu Purbaya soal Selat Malaka yang Bikin Malaysia dan Singapura Berang
-
Siapa Penguasa Selat Malaka? Malaysia-Singapura Tolak Ide Purbaya Pajaki Kapal
-
Sinergi DPRD dan Harita Group Dorong KIPP Kayong Utara Jadi Motor Ekonomi Baru Daerah
-
Transaksi Gadai Meningkat Pascalebaran, Masyarakat Ambalawi Manfaatkan Emas Jadi Sumber Likuiditas
-
Usai Copot Febrio dan Luky, Purbaya Tunjuk Dua Nama Ini Sebagai Penggantinya
-
Garuda Indonesia (GIAA) Rugi Rp 803 Miliar di Kuartal 1 2026
-
BCA Bakal Tebar Dividen Tiga Kali di 2026, Simak Jadwalnya
-
Harga Plastik Selangit, Menperin Minta Industri Makanan dan Minuman Pakai Kertas