Pendukung Anies Baswedan, Andi Sinulingga kembali menyoroti gerakan dari Presiden Joko Widodo alias Jokowi. Kali ini dia mengungkapkan mengapa orang nomor satu dalam pemerintahan itu berhenti endorse sosok dari Ganjar Pranowo.
Menurutnya, alasannya terdapat dalam sejumlah proyek masa depan dari mantan gubernur tersebut, contohnya adalah IKN Nusantara. Kelangsungan proyek tersebut bergantung pada investor asing.
"Kunci sukses IKN itu adalah investor asing," ungkapnya lewat akun twitter pribadinya, @AndiSinulingga, dikutip pada Selasa (04/07/2023).
Oleh karenanya, Andi mengatakan dukungan presiden akhirnya tak diberikan kepada sosok dari Ganjar. Hal itu terkait dengan blunder yang sering dilakukan oleh sosok tersebut jelang Pilpres 2024.
Politikus ini mengatakan kapasitas bakal calon presiden itu mengkhawatirkan, khususnya dalam hal komunikasi yang mana menjadi kunci untuk menggaet investor.
"Hanya tokoh-tokoh yang punya pergaulan internasional luas dan punya ketrampilan komunikasi yang baik, yang bisa melakukan lobi-lobi tsb," ungkapnya.
Diketahui, Presiden Jokowi sendiri belum menyatakan kepada siapa dukungannya berlabuh namun banyak pihak yang menyatakan ia pasti mendukung sosok dari Ganjar Pranowo. Tetapi hal ini cukup bertentangan dengan kedekatannya dengan Prabowo Subianto.
Sementara terkait dengan proyek ibu kota baru, presiden baru-baru ini menawarkan hal itu kepada sejumlah petinggi perusahaan Australia. Hal itu ia sampaikan saat bertemu dengan para CEO perusahaan Australia di Ruang Pertemuan Cambridge, Hotel Shangri-La, Sydney, Selasa (04/07/2023).
"Nilai investasinya (di IKN) capai US$25 miliar yang sangat terbuka, baik di sektor pendidikan, kesehatan, energi, dan lainnya," ujar Jokowi seperti dikutip dari keterangan resmi.
Baca Juga: Beda Pendukung Anies dan Ganjar Kata Pengamat, Ternyata Kontras Banget!
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- 7 Bedak Anti Luntur Kena Keringat saat Cuaca Panas, Makeup Tetap On Seharian
- Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 4 HP Tahan Air yang Bisa Digunakan saat Berenang, Anti Rusak dan Anti Rewel
Pilihan
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
-
Berkas 4 Oknum BAIS TNI Tersangka Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Dilimpahkan ke Otmil
Terkini
-
Diduga Salah Sasaran, Pelajar Tewas Kena Lemparan Batu di Seyegan Sleman
-
UMR: Batas Antara Standar Minimum dan Maksimum untuk Bertahan yang Kabur
-
Prabowo Dorong Joint Venture Garuda dan Saudia Airlines untuk Efisiensi Penerbangan Haji
-
Dipimpin Ikke Nurjanah, ARDI Tolak Bayaran Royalti Rp25 Juta dari LMKN
-
Rupiah 'Pura-pura' Kuat di Level Rp17.000, Cadangan Devisa yang Keropos Jadi Ancaman Nyata
-
Dasco Dinilai Sukses Terapkan 'Manajemen Persaudaraan' Lawan Politik 'Devide et Impera'
-
Film 'Senin Harga Naik': Saat Karier Sukses Harus Dibayar dengan Luka Lama Keluarga
-
BNN Usul Vape Dilarang, Legislator DPR: Harus Dikaji Matang, Banyak UMKM Terlibat
-
Prabowo Evaluasi Kabinet Setiap Hari, Mensesneg: Belum Ada Rencana Reshuffle
-
Berhenti Merasa Jadi Orang Paling Lelah, Dunia Bukan Milikmu Sendiri!