/
Jum'at, 07 Juli 2023 | 20:41 WIB
Rumput JIS Masih Diributkan, Faizal Assegaf Bandingkan Sikap Jokowi dan Anies (Antara)

Kritikus Faizal Assegaf menyoroti salah satu pernyataan Bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan.

Dalam wawancara bersama Jurnalis senior Karni Ilyas, Anies menegaskan perihal kemerdekaan yang harus dirasakan rakyat salah satunya soal tanah.

Hal itu untuk menjawab perihal alasan Anies memberikan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) kepada warga Tanah Merah Plumpang.

“Salah satunya, Anies menegaskan: Apa gunanya merdeka bila rakyat tak punya tanah sendiri. Suara moral itu memotret realitas sumber daya alam dan kehidupan bangsa Indonesia,” ujar Faizal, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @faizalassegaf pada Jumat (7/7/2023).

Menurut Faizal, hak kehidupan rakyat atas tanah semakin hari semakin tersingkir dan berbagai potensi tanah di perkotaan hingga kekayaan alam menjadi lapak dalam segelintir orang.

Tak dapat dipungkiri masalah tersebut merupakan masalah yang krusial yang terjadi sejak Indonesia merdeka dan sangat disayangkan negara tidak hadir memberikan solusi.

“Masalah krusial itu terjadi sejak Indonesia merdeka. Negara tidak hadir memberi solusi yang serius, bahkan sebaliknya bertindak sebagai makelar demi melayani kepentingan oligarki,” ujar Faizal.

Tetapi, sangat disayangkan karena rezim pemerintahan Presiden Jokowi justru asyik meributkan persoalan rumput lapangan Jakarta International Stadium (JIS).

“Celakanya, rezim Jokowi justru asyik ributkan rumput di JIS. Hampir seluruh menterinya super sibuk dan buat heboh seantero negeri. Sementara rakyat diposisikan termarginal atas hak tanah dan sumber kekayaan alam,” tutur Faizal.

Baca Juga: Sering Kecewa karena Loyo Sebelum Puaskan Istri di Ranjang, Bisakah Disfungsi Ereksi Disembuhkan?

Aktivis ini kemudian mengatakan bahwa cerita tentang rumput JIS yang diributkan rezim Jokowi menggambarkan perilaku dusta dan korup rezim ini.

“Cerita tentang rumput JIS yang diributkan rezim Jokowi selain mengalihkan perhatian rakyat, sekaligus gambaran perilaku dusta dan korup dalam bernegara. Stop menipu rakyat!” sambungnya.

Load More