Pemerhati pesantren M. Najih Arromadloni mengatakan, kasus Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun seperti tidak diurus dengan serius.
Menurutnya, Al Zaytun diduga berafiliasi dengan Negara Islam Indonesia (NII). NII tidak pernah dinyatakan terlarang oleh pemerintah sejak awal pendiriannya.
“NII sejak awal berdiri tidak pernah ditetapkan sebagai yang terlarang. Jika dibina kan sejak dulu ini binaan,” kata Najih dalam pernyataannya dikutip Liberte Suara, Senin (10/7/2023).
“Sejak awal berdiri, NII sampai sekarang terus bergerak. Kita tidak boleh meremehkan meski jumlahnya sedikit,” ungkapnya.
Ia meyakini, NII memiliki anak-anak organisasi yang masih bergerak di tengah masyarakat. Ia menyebut Jemaah Ansharut Daulah (JAD) sebagai salah satu contohnya.
“NII ini kan induknya malah belum ditindak, namun anak-anaknya seperti JAD sudah jelas,” tuturnya.
Najih meminta pemerintah membubarkan Al Zaytun. Setidaknya, pemerintah dapat mengambil alih atau merestrukturisasi pondok pesantren tersebut.
“Kepalanya terus bergerak, persoalan ini tidak pernah dari hulu ke hilir. Jika Al Zaytun tidak dibubarkan, artinya pemerintah kalah. Panji pemimpin absolut, jika panji dihukum mengapa ponpesnya dibiarkan?” imbuh dia.
“Sebaiknya Al Zaytun diambil alih pemerintah, restrukturisasi. Kita negara agama bukan sekuler yang membuang agama,” tegas Najih.
Menurut Najih, Al Zaytun membuat kamuflase dari NII. Mulai dari ajaran agama Islam yang diduga menyimpang hingga keterkaitan dengan Negara Islam Indonesia atau NII.
"Orang melihat ada bendera merah putihnya, menyanyikan Indonesia Raya, meskipun stanzanya berbeda, lalu ada pendeta yang ikut salat, ini kan sebetulnya bagian dari kamuflase," terangnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Isuzu Indonesia Incar Market Share Lebih dari 30 Persen Tahun 2026
-
Di Tengah Ramadan: Sekolah Rusak Direnovasi, Ratusan Siswa Sumatra Kembali Belajar Berkat Donasi Ini
-
Ketika Seragam Mengaburkan Empati: Tragedi Tual dan Psikologi Kekuasaan
-
Jepang Dilarang Iri, Timnas Indonesia Lebih Hebat dari Raksasa Asia dalam Aspek Ini
-
Daftar Tanggal Merah dan Cuti Bersama Maret 2026, Siap-siap Liburan Panjang!
-
4 Pelembab Pomegranate Kaya Antioksidan untuk Kulit Glowing dan Kencang
-
Efek Maarten Paes? Ajax Suguhkan Kuliner Khas Indonesia saat Makan Siang, Ada Rendang hingga Soto
-
Mau Mudik Nyaman Tanpa Banyak Beban? Pertamina Bagi-bagi THR Ratusan Ribu Menjelang Lebaran
-
Safari Ramadan ke Ponpes di Klender, Kaesang Pangarep Didoakan Jadi Presiden