Pakar intelijen Soleman B. Ponto buka suara terkait permintaan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua yang meminta uang tebusan Rp5 miliar untuk seorang pilot Susi Air.
"Kalau dia minta Rp5 miliar itu lain cerita. Biasanya kalau penyanderaan seperti itu memang selalu ditukar dengan uang itu biasa, bukan yang luar biasa," kata Soleman dalam pernyataannya dikutip Liberte Suara, Rabu (12/7/2023).
Soleman menyebut, pemerintah tidak perlu sampai melakukan operasi militer Tentara Nasional Indonesia (TNI) karena penyelamatan seorang pilot tidak sebanding dengan korban dari pihak tentara.
"Jadi kalau penyanderaan (menggelar) operasi militer, untuk penyanderaan terlalu mahal. Sekarang sudah berapa lima atau enam yang mati. Kalau dia memang mau minta saya tembak, ya tembakin aja. Itu lebih baik satu mati daripada berapa lagi prajurit mau jadi korban hanya untuk satu orang," ungkapnya.
Namun, Soleman menolak keras jika penyanderaan itu ditukar dengan kemerdekaan yang selama ini diminta oleh KKB Papua. Jika pemerintah ingin memenuhi tebusan uang, silakan lakukan.
"Kalau dia memang cuma mintanya Rp5 miliar ya sudah, tapi kalau dia mau minta merdeka ya enggak akan, enggak akan diberikan itu kemerdekaan," tegas dia.
Oleh karenanya, lanjut Soleman, untuk urusan penyanderaan pilot Susi Air dan KKB Papua meminta uang tebusan Rp5 miliar, seharunya bukan kapasitas Panglima TNI melainkan pejabat daerah setempat.
Soleman meyakini bahwa pemerintah Indonesia saat ini tidak dapat ditekan oleh KKB Papua atas permintaan-permintaannya.
"Pemerintah menang lah. Bagi pemerintah terlalu kecil lah itu satu orang pilot ditukar dengan kemerdekaan ... Mereka itu tidak bisa menekan pemerintah untuk mengikuti kemauannya, tidak bisa," pungkas Soleman.
Baca Juga: Viral Jemaah Haji Pamer Perhiasan Usai Pulang Dari Mekkah Ternyata Palsu, Cara Bedainnya Gimana?
Berita Terkait
-
Siapkan Uang Tebusan Rp5 M ke OPM Demi Selamatkan Pilot Susi Air, Mahfud MD: Jangan Ada Campur Tangan Asing!
-
Aparat Gerebek Markas Teroris Papua Usai Insiden Pengibaran Bendera Bintang Kejora
-
Beredar Video Kelompok Teroris Papua Ancam Bunuh Pilot Susi Air, Bamsoet: Cepat Selidiki, Lakukan Penyelamatan
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Menang 1-0 atas Brighton, Arsenal Semakin Kokoh di Puncak Klasemen
-
Gemilang di Fortuna Sittard, Justin Hubner Disebut Layak Gabung Klub Peraih Trofi Liga Champions
-
Dalang Penculik Sekeluarga di Jombang Ternyata Seorang Wanita Asal Bangkalan, Kini Masih Buron
-
Bukan Mimpi! Begini Cara Menabung Sisa THR untuk Cicil Rumah Masa Depan
-
Siap-siap Cek Rekening! Ini Jadwal Resmi Pencairan THR Lebaran Bagi Pegawai Negeri
-
Kapan THR Lebaran Swasta Cair? Pemerintah Tegaskan Wajib Dibayar Penuh Tanpa Dicicil
-
4 Tahun Dihantui Kekerasan, Mengapa Nyawa Nizam Tak Terselamatkan di Jampang Kulon?
-
Cek 5 Ide Aktivitas Ngabuburit Bareng Keluarga
-
Imsak Palembang 5 Maret 2026 Jam Berapa? Catat Jadwal Sahur dan Buka Puasa Hari Ini
-
Imsak Bandar Lampung 5 Maret 2026 Jam Berapa? Cek Jadwal Sahur dan Buka Puasa Hari Ini