Ketua Forum Advokat Pembela Pancasila Ihsan Tanjung mengungkapkan alasan dirinya melaporkan piminan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun Panji Gumilang kepada Badar Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.
Berbekal 15 video sebagai bukti, Ihsan terlebih dahulu melakukan kajian dan diskusi dengan para ulama dan ahli terkait melaporkan Panji Gumilang ke kepolisian.
"Saya tidak ujug-ujug datang ke Mabes Polri ya. Ini proses panjang yang saya coba kaji dan diskusikan dengan para ulama dan para ahli," kata Ihsan dalam pernyataannya dikutip Liberte Suara, Kamis (13/7/2023).
"Saya memberikan 15 video bukti rekaman yang membuktikan bahwa ini bukan instan kita ke Mabes Polri tanggal 23 Juni itu. Ada tahapan sebelumnya," ujar dia.
Panji Gumilang, tuturnya, dalam salah satu videonya berceramah tentang Al-Qur'an surat Al-Baqarah telah membuat pernyataan bahwa Al-Qur'an itu adalah perkataan Nabi Muhammad saw bukan kalam Allah swt.
Di waktu tersebut, imbuh Ihsan, terjadi ekskalasi di masyarakat sehingga muncullah aksi demonstrasi. Di titik ini, Ihsan mengaku semakin yakin untuk tidak membiarkan Panji Gumilang bertindak memberikan ceramah yang meresahkan masyarakat.
"Ekskalasi naik pada waktu itu ada demo. Saya ingin katakan, kalau kita biarkan (Panji Gumilang) ini enggak diselesaikan secara hukum ini benturan (bisa terjadi), dan terbukti," jelasnya.
"Kita coba tarik (Panji Gumilang) karena hukum ini kan mulai mereda. Orang ingin melihat perkembangannya sejauh mana kemudian polisi bekerja," sambungnya.
Selain itu, ujar Ihsan, orang-orang memberikan sorotan tajam pada video yang telah beredar tersebut. Yang menjadi permasalahan adalah tafsiran Panji Gumilang yang disampaikan melalui ceramah telah disebarkan secara luas dalam bentuk video melalui banyak saluran, salah satunya media sosial.
Baca Juga: Indonesia Siap Hadapi Thailand di Semifinal AFF U-19 Putri, Rudy Eka Minta Bermain Efektif
"Banyak orang mengatakan ini penafsirannya saudara Panji atau kemudian keyakinan dia, atau kemudian yang diamalkan di Al Zaytun," tuturnya.
"Dia simpan dalam hatinya itu buat kami enggak ada masalah, tapi ketika dia lontarkan kepublik membikin huru-hara massa, ketika orang sudah mulai merespons, jadi gejolaknya di situ," pungkas Ihsan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
Terkini
-
Prediksi Nasib Timnas Iran di Piala Dunia 2026 Usai Serangan Amerika Serikat
-
Gamis Kebanggaan Mertua Jadi Tren Baju Lebaran 2026, Gimana Modelnya?
-
Rudal Israel Hantam Iran, Nasib Tragis Eks Barcelona Terjebak di Pesawat Saat Teheran Membara
-
Baju Lebaran Cheongsam versi Muslimah Ramai di Pasaran, Perpaduan Ramadan dan Imlek
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Piala Dunia 2026 Terancam Perang Iran-AS? FIFA Mulai Pantau Ketat Keamanan Tim di Amerika Serikat
-
CEK FAKTA: Tautan Daftar Mudik Gratis PLN 2026 Beredar, Asli atau Penipuan?
-
CEK FAKTA: BLT Desa 2026 Rp 300 Ribu per Bulan untuk Warga yang Belum Dapat Bantuan, Benarkah?
-
Jadwal Imsak dan Subuh Wilayah Jakarta dan Yogyakarta Hari Ini, Minggu 1 Maret 2026
-
Jejak Mentereng Kasatgas Pangan Brigjen Ade Safri, Ungkap 4 Kasus Besar Sepanjang Februari