/
Jum'at, 14 Juli 2023 | 14:24 WIB
Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto usai bertemu Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (10/7/2023). (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya membaca tujuan Ketua Umum (Ketum) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto selalu bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sejumlah baliho.

"Kan terlihat ya bahwa ada capres dalam hal ini Pak Prabowo yang terlihat sekali memang ingin menggunakan nama Jokowi untuk memperkuat aspek elektabilitasnya," kata Yunarto dalam pernyataannya dikutip Liberte Suara, Jumat (14/7/2023).

Menurut Yunarto, Prabowo meyakini pengaruh Jokowi masih sangat kuat sehingga tingkat kepuasan dan kepercayaan publik terhadap Jokowi juga sangat tinggi.

Ia melihat Jokowi tidak dirugikan atas hal itu bahkan sebaliknya. Itu karena umumnya orang yang ingin pensiun dari jabatannya terutama seorang presiden malah ditinggalkan, Jokowi malah semakin diingat.

"Mungkin (Prabowo) menyadari dua kali melawan Jokowi kalah. Artinya ada sebuah kesadaran apalagi dengan tingkat kepuasan publik Jokowi sangat tinggi," ujar Yunarto.

"Dia harus nebeng lah dalam tanda kutip sehingga masif sekali bukan hanya pada baliho kalau kita lihat ini integrated marketing gitu ya. Contoh ketika bertemu makan itu seperti sebuah peristiwa besar, langsung disebar sama buzzernya," sambungnya.

Yunarto menyimpulkan, Prabowo terkesan tidak memiliki kepercayaan diri dalam kontestasi pemilihan presiden (pilpres) 2024.

"Catatan kritisnya kalau buat Gerindra atau Pak Prabowo, kalau hanya menggunakan gimmick ini terus-menerus, akhirnya seperti memperlihatkan Pak Prabowo tidak pede dengan pesonal brandingnya," ungkap dia.

Bukan cuma kepada Prabowo dan Gerindra, Toto, sapaan akrab Yunarto, menyampaikan kritik kepada PDI Perjuangan. Menurutnya, PDIP bisa mengambil posisi lebih kuat ketimbang Gerindra ketika tahu keberadaan Jokowi sebagai kader partai lebih kuat dibandingkan Prabowo.

Baca Juga: Komisi III Tidak Habis Pikir dengan Klaim Kemenkeu Bahwa Negara Kehilangan Rp650 M Jika SIM Berlaku Seumur Hidup

"Buat Pak Prabowo ada kesan tidak pede, buat PDIP menurut saya memang kurang cerdik dan kurang taktis dalam mengambil peran Jokowi," tutur dia.

Load More