Anggota Komisi III DPR RI, Benny K Harman, mengomentari perihal klaim Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bahwa negara kehilangan Rp650 M jika Surat Izin Mengemudi (SIM) berlaku seumur hidup.
Direktur PNBP Kementerian/Lembaga Direktorat Jenderal Anggaran Kemenkeu Wawan Sunarjo menjelaskan perolehan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari perpanjangan SIM mencakup 60 persen dari total pendapatan SIM.
Adapun 40 persen sisanya berasal dari penerbitan SIM baru. Oleh karena itu, dengan wacana penerapan SIM seumur hidup maka PNBP dari perpanjangan SIM sebesar 60 persen bisa hilang.
"Kalau dari data 2022, itu (PNBP dari perpanjangan SIM) bisa hilang sekitar 60 persen, sekitar Rp650 miliar, satu tahun," ucap Wawan di Jatiluhur, Jawa Barat, Rabu (12/7/2023), dikutip dari CNN Indonesia.
Menanggapi hal tersebut, Benny menilai perhitungan Kemenkeu tersebut merupakan bukti nyata bahwa perpanjangan SIM dimanfaatkan sebagai instrument untuk mencari uang.
Padahal, seharusnya perpanjangan SIM dilakukan sebagai pelayanan wajib yang diberikan negara kepada warganya.
“Hitungan Kemenkeu ini menjadi bukti nyata bahwa memang perpanjangan SIM itu adalah instrumen utama untuk cari duit bukan bagian dari pelayanan wajib yang diberikan negara kepada rakyatnya,” ujar Benny, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @BennyHarmanID pada Jumat (14/7/2023).
Padahal, pada beberapa dokumen seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Surat Tanda Registrasi (STR) bagi tenaga medis sudah berlaku seumur hidup.
“KTP saja sudah seumur hidup, STR untuk tenaga medis juga sudah berlaku seumur hidup, dan Paspor masa berlakunya 10 tahun. Ingin perubahan?” tanya Benny.
Baca Juga: Syahnaz Sadiqah Joget TikTok Setelah Akui Selingkuh, Farhat Abbas Serukan Boikot!
Sementara itu, Direktur PNBP Kementerian/Lembaga Direktorat Jenderal Anggaran Kemenkeu Wawan Sunarjo mengatakan bahwa Kemenkeu tidak terdampak jika SIM berlaku seumur hidup.
Justru pihak kepolisian lah yang akan menerima dampaknya karena berpotensi kehilangan dana operasionalnya.
"Rp650 miliar itu kan untuk operasional mereka. Jadi, dari segi kepolisian, mereka akan kehilangan dana operasional itu," jelas Wawan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Siswa di Siak Meninggal saat Praktik Sains, Polisi Selidiki Bubuk Hitam-Potongan Besi
-
3 Dekade Berkarya, ADA Band Rilis 'Selalu Ada': Refleksi tentang Kehadiran dan Perpisahan
-
Internet Ngebut di Palembang, Jaringan 5G Telkomsel Makin Luas dan Ini Dampaknya bagi Pengguna
-
Santai Jelang Lawan Persija Jakarta, Bernardo Tavares: Tekanan Menang di Mereka!
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Anggota DPR Soroti Tragedi Siswa SMP di Siak Meninggal saat Praktik: Saya Tak Habis Pikir
-
HUT ke-45 PTBA Lebih Bermakna, Aksi Donor Darah Libatkan Banyak Pihak
-
2 Gitaris Baru Seringai Belum Personel Tetap, Masih Penjajakan Temukan Chemistry
-
Final Four Proliga 2026: Popsivo Polwan Menang Pertama, Usai Tumbangkan Electric PLN Mobile
-
Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL