Mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Gatot Nurmantyo mengatakan, kondisi Indonesia saat ini menjadi lebih berbahaya daripada masa Perusahaan Hindia Timur atau VOC.
"Ini sejarah berulang. Jadi kondisi sekarang ini lebih bahaya daripada VOC, lebih berbahaya daripada (masa penjajahan) Belanda," kata Gatot dalam pernyataannya dikutip Liberte Suara, Jumat (14/7/2023).
Gatot mengingatkan kondisi perekonomian Indonesia dalam kondisi bahaya di tengah pesatnya perkembangan kapitalisme dan liberalisme yang bertolak belakang dengan Pancasila.
Ia menguraikan Indonesia pascaproklamasi. Pada saat itu Indonesia belum berbentuk negara yang lengkap dengan perangkat-perangkatnya melainkan hanya sebuah bangsa.
Eks Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) mengungkapkan janji proklamator Presiden Sukarno melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia, serta mencerdaskan dan mensejahterakan rakyat.
Indonesia, lanjutnya, ketika baru merdeka belum memiliki banyak akademisi tetapi sudah dihadapkan pada tingkat kemiskinan yang tinggi.
"Maka harus perlu dicerdaskan untuk bisa mencapai kesejahteraan. Maka ada Pancasila tadi untuk menjaga agar tidak boleh liberalisme, kapitalisme, dan komunisme masuk karena itulah cita-cita kemerdekaan," tambahnya.
Gatot menegaskan, liberalisme dan kapitalisme sangat bertentangan dengan Pancasila, khususnya sila kedua yakni kemanusiaan yang adil dan beradab.
"Saat ini Pancasila juga sedang dikeroyok oleh liberalisme dan komunisme," pungkas Gatot.
Berita Terkait
-
Diungkap Pengamat Jika Anies Tunjuk Gatot Nurmantyo Jadi Cawapres, Bisa Munculkan Sinyal Bahaya
-
Kader Demokrat Sebut Lebih Baik Keluar dari Koalisi Perubahan Dibanding Terima Gatot Nurmantyo Jadi Cawapres Anies Baswedan
-
Gatot Nurmantyo Ngaku Belum Waktunya Maju di Pilpres 2024, Amien Rais: Beliau Belum Bersemangat
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Banjir Bone Telan Dua Korban Jiwa, Bocah 5 Tahun Tenggelam Saat Evakuasi
-
Tersiar Kabar PPPK Kena PHK Massal Setelah APBD Dipotong, Apa Kata Pemerintah?
-
Wamendagri Wiyagus Ajak Pemda di Asia Pasifik Perkuat Sinergi Pariwisata Berkelanjutan
-
Meninggal di Amerika, Ini Penyebab Komposer Legendaris James F. Sundah Tutup Usia
-
Rupiah Kembali Merosot ke Level Rp 17.382, Apa Penyebabnya?
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Pura-pura Mogok! Sabu 16 Kg dalam Ban Mobil Towing Terbongkar, Polda Metro Bekuk 2 Kurir di Depok
-
Ada Apa dengan IHSG Hari Ini, Ambruk 2% hingga 607 Saham Merah
-
Teka-teki Kerangka Manusia Mengering di Area Tambak Surabaya
-
Menyibak Pesona Motor Italia Sekelas Vixion tapi V-Twin, Harga Masih Jadi Misteri