Deputi Strategi & Kebijakan, Balitbang DPP Partai Demokrat, Yan Harahap, mengomentari janji Bakal calon presiden dari PDI Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo memberantas korupsi jika terpilih menjadi presiden.
Janji tersebut diungkap Ganjar Pranowo saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVI Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Makassar, Kamis (13/7/2023).
Menanggapi hal tersebut, Yan menilai jika terkait memberikan janji, partai pengusung Ganjar yaitu PDIP memang ahlinya.
“Kalau soal janji, kalian memang jagonya,” ujar Yan, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @YanHarahap pada Sabtu (15/7/2023).
Yan kemudian mengungkit janji kampanye Jokowi memperkuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan penambah jumlah penyidik.
“Dulu, Jokowi juga janjinya memperkuat KPK untuk berantas korupsi. Janjinya menambah 1000 orang penyidik,” ujarnya.
Namun pada realitanya justru ada kesan menyingkirkan orang-orang berintegritas di KPK melalui Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Padahal saat itu, KPK tengah menangani perkara besar seperti kasus suap bansos Covid-19 dan suap izin ekspor benih lobster.
“Yang ada malah terkesan adanya upaya menyingkirkan orang-orang berintegritas di KPK melalui TWK yang beberapa di antara mereka saat itu sedang menangani perkara besar seperti kasus suap bansos Covid dan suap izin ekspor benih lobster,” ujar Yan.
Sementara itu, dalam pemaparannya di Rakernas APEKSI, Ganjar mengatakan bahwa Jawa Tengah di bawah kepemimpinannya memiliki tag line sendiri untuk menggelorakan semangat memberantas korupsi yaitu “Mboten Korupsi, Mboten Ngapusi” yang berarti tidak korupsi dan tidak menipu.
Ganjar meyakini semua pihak pasti setuju dalam memberantas korupsi. Oleh karena itu, seandainya dia terpilih menjadi presiden, pemberantasan korupsi akan dilakukan dengan serius.
“Ada karakteristik yang sama yang ditolak oleh masyarakat adalah pemberantasan korupsi. Semua pasti setuju dan kita mesti serius pada soal itu,” ujar Ganjar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- 8 Sepatu Adidas untuk Jalan Kaki yang Sedang Diskon di Toko Resmi, Harga Jadi Rp500 Ribuan
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Berikut Ini 5 Pemenang Program BRI Debit FC Barcelona yang Siap Wujudkan Mimpi
-
Persib Tanpa Kurzawa dan Klok Saat Hadapi Persijap di Laga Penentuan Juara
-
Pencitraan Kiki Narendra di Series Ini Sentil Realita Politik, Netizen: Mirip Tokoh Aslinya!
-
Di Balik Gebrakan Ekonomi Pancasila Prabowo, Antara Kemandirian Bangsa atau Risiko Monopoli?
-
200 Ribu Anak Indonesia Terpapar Judi Online!
-
Prabowo Sedang Gali Kubur Kapitalisme, Tapi Dihalangi 'Musuh dalam Selimut'
-
SKK Migas Jemput Bola, Pelaku Usaha Serbu Layanan CIVD dan IOG e-Commerce di IPA Convex 2026
-
Dana Rp12 Triliun Mengendap di Rekening Pengelola MBG, Rawan Praktik Korupsi
-
Keinginan Instan di Era Serba Cepat: Mengapa Paylater Begitu Menggoda?
-
Cetak Ekonomi Berkelanjutan, BRI Fokus Berdayakan UMKM di Seluruh Pelosok