/
Selasa, 18 Juli 2023 | 20:10 WIB
Ketum NasDem Disebut Menyesal Pernah Terpukau dengan Gagasan Jokowi, Demokrat: Saya Salut dengan Pak Surya Paloh (Suara.com/Rakha)

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Benny K Harman, menyebut Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh secara implisit menunjukkan penyesalannya pernah terpukau dengan gagasan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Adapun gagasan yang dimaksud yaitu revolusi mental. Hal tersebut diungkap Surya Paloh dalam pidatonya di Acara Apel Siaga Perubahan, GBK, Minggu, 16 Juli 2023.

Surya Paloh mulanya mengungkit dukungan yang diberikan Partai NasDem kepada Jokowi di Pilpres 2014 silam. Mestinya, Indonesia telah mengalami kemajuan signifikan namun harapan tersebut belum terealisasi.

“Tapi, sayang seribu kali sayang, sayang seribu kali sayang harapan belum menjadi kenyataan. Apa yang harus berani kita nyatakan menjelang 78 tahun kemerdekaan bangsa yang kita miliki, sebenarnya kita memahami bahwasanya kemerdekaan yang kita miliki ini bukanlah hanya pemberian atau hadiah yang kita peroleh dari kaum penjajah," imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Benny mengaku salut dengan Surya Paloh karena berkata jujur, terbuka, dan berbicara apa adanya untuk rakyat.

Terlebih, Surya Paloh juga secara implisit menyesal pernah mendukung narasi revolusi mental yang dicanangkan Presiden Jokowi.

“Lebih salut lagi karena pak Surya secara implisit menyesal pernah terpukau dengan narasi Pak Jokowi tentang revolusi mental yang menjadi ideologi kerjanya,” ujar Benny, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @BennyHarmanID pada Selasa (18/7/2023).

Menurutnya, revolusi mental yang dijanjikan hanya menjadi kata-kata gong gemerincing karena praktiknya jauh dari yang diharapkan.

“Sayangnya revolusi mental yang dijanjikan hanya menjadi kata-kata gong gemerincing (ini kata-kata saya), praktenya jauh dari yang diharapkan,” ujar Benny.

Baca Juga: Rugikan Negara Rp 5,7 Triliun, Crazy Rich Brebes Windu Aji Sutanto Ditahan Kejagung

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Demokrat ini kemudian mengatakan bahwa mencalonkan Anies Baswedan adalah solusi untuk melakukan perubahan karena revolusi mental yang belum terealisasikan.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Viva Yoga Mauladi menyoroti perihal NasDem yang masih berada di dalam pemerintahan Presiden Jokowi.

Menurutnya, NasDem tak perlu bertindak sebagai antitesa pemerintah melainkan seharusnya ikut bertanggung jawab atas program-program pemerintah.

"Semestinya Nasdem ya jangan menjadi antitesa pemerintah, yang mengkritik kebijakan pemerintah. Tetapi jika ada kekurangan dan kelemahan pelaksanaan program, ya semestinya ikut bertanggung jawab memperbaiki, memperbarui, melakukan perubahan sesuai visi Presiden Jokowi," kata Viva kepada awak media pada Senin (18/7/2023).

Load More