Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto kembali mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, dengan tidak bersikap reaktif saat ada pihak yang menghina atau memfitnah.
Ia justru berpesan agar fitnah dan hinaan tersebut ‘dibalas’ dengan kebaikan atau hal-hal positif. Hal itu terungkap saat Prabowo berbicara di acara Konsolidasi Akbar Partai Gerindra se-Jakarta Timur yang digelar di GOR Velodrom, Jakarta Timur.
“Pahami, perjuangan kita berada di jalan yang benar. Jangan reaktif, orang mau ngomong apa kita hanya ngomong kebaikan dan kebenaran. Semakin diejek, semakin dihina, kita senyum, the power of smile,” kata Prabowo.
Prabowo lantas mengingatkan bagaimana semangat pendirian Partai Gerindra yang memang dilatarbelakangi oleh tekad bulat untuk berbakti kepada bangsa dan negeri ini.
Selain itu, partai Gerindra, menurut Prabowo, memiliki cita-cita yang mulai dan tulus untuk mewujudkan keadilan dan kemakmuran di seluruh penjuru Indonesia.
“Saudara-saudara sekalian, Partai Gerindra kita dirikan karena kita bertekad ingin menyumbangkan darma bakti kita, ingin menyumbangkan tenaga dan pikiran kita,” ungkap Prabowo.
Tekad dan hal-hal positif tersebut nantinya diharapkan dapat membantu negeri ini dalam menyelesaikan beragam permasalahan yang ada, seperti kemiskinan dan penderitaan rakyat.
“Kita ingin menyumbang pemecahan masalah dan solusi atas kesulitan-kesulitan rakyat. Kita ingin menghilangkan penderitaan rakyat di seluruh Indonesia,” pungkasnya.
Baca Juga: Inter Milan Alihkan Fokus Transfer dari Lukaku ke Folarin Balogun
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Kasus Kekerasan Seksual di Depok Meningkat, Wakil Wali Kota Ungkap Fakta di Baliknya
-
Viral Bus Pontianak-Kuching 2026, Interiornya Disebut Mirip Pesawat dan Tiketnya Bikin Kaget
-
Timnas Argentina di Piala Dunia 2026: Daftar Pemain, Statistik, Jadwal Pertandingan
-
Waspada Malaria Knowlesi! Penyakit 'Kiriman' Monyet yang Mulai Mengintai Manusia
-
Admin Brand Gathering 2026: Kolaborasi UMKM di Dufan Jadi Energi Baru Industri Kreatif
-
Produk Makanan Thailand Makin Diburu, Ternyata Ini yang Bikin Orang Ketagihan
-
Cerdas Cermat MPR Disebut Rekonstruksi Adegan Laskar Pelangi, Bedanya Juri di Film Bersikap Kesatria
-
Bukan Hoka atau Adidas, 5 Sepatu Lari Lokal Ini Justru Paling Banyak Dipakai di CFD Sudirman
-
Survei Ipsos 2026: Koneksi ke Platform Belanja Online Kini Jadi Alasan Orang Pilih Bank Digital
-
Bantah Sengaja Cueki Syifa Hadju, Ahmad Dhani: Namanya Manusia Tempatnya Lupa