Pengamat politik Adi Prayitno menyentil narasi keberlanjutan yang dimainkan oleh calon presiden (capres) PDI Perjuangan Ganjar Pranowo dan Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Adi belum melihat adanya kejelasan maksud narasi terkait melanjutkan program-progam Presiden Joko Widodo selama 10 tahun kepemimpinannya.
"Keberlanjutan itu dimainkan oleh Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto. Pokoknya apa pun yang sudah dilakukan oleh Jokowi selama 10 tahun itu ingin semuanya dilanjutkan tanpa ada perubahan apa pun secara signifikan. Padahal tidak seperti itu," kata Adi, dikutip Liberte Suara, Sabtu (22/7/2023).
Menurut Adi, baik Ganjar maupun Prabowo wajib memberikan koreksi atas kinerja Jokowi sebelumnya. Contohnya seperti pada sektor infrastruktur yang tengah digalakkan oleh Presiden.
"Saya kira pada level semangat dan substansi Ganjar Pranowo misalnya atau pun Prabowo Subianto pastinya akan mencoba untuk mengkoreksi soal apa pun yang di zamannya Jokowi ini biasanya tidak maksimal, seperti penggunaan infrastruktur, bagaimana IKN yang kemudian bisa berkembang jadi efektif," ungkapnya.
Selain infrastruktur, Adi juga melihat pada kepemimpinan Jokowi adanya ketidakefektifan dana desa. Menurutnya ini dapat dikoreksi dengan serius sehingga bukan menjadi bahan kampanye politik saja.
"Atau pun misalnya dana desa yang dulu diharapkan bisa mengembangkan desa itu bisa berkembang dengan maksimal dan cukup baik juga bisa dievaluasi," tutur Adi.
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia itu mayakini dana desa yang luar biasa di era kepemimpinan Jokowi dapat dikoreksi oleh siapa pun capresnya sehingga akar masalahnya dapat dituntaskan dengan maksimal.
"Dana desa yang saya kira cukup luar biasa. Ada penyelewengan, dan penyalahgunaan oleh oknum-oknum nakal dan aparatus desa tidak tuntas dan tidak maksimal," jelasnya.
Dengan begitu, Adi mengingatkan tidak semua hal yang dilakukan Jokowi itu sempurna tanpa ada celah.
"Apakah semua hal yang dilakukan Jokowi itu teli tanpa ada yang diedit, tanpa ada yang dikurangi langsung dilanjutkan?" pungkasnya.
Berita Terkait
-
Oh, Kader PDIP Kini Banyak yang Tunggu Arahan Jokowi daripada Megawati, Pantas Pengamat Lihat Fenomena Ini
-
Jokowi Makin Kuat Endorse Duet Prabowo-Erick Thohir, Pengamat Sorot Minimnya Dukungan ke Ganjar
-
Budiman Sudjatmiko Akui Terkejut Melihat Hal Ini Ketika Berkunjung ke Kediaman Prabowo: Lah Kok Besar Banget
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Terungkap di Sidang! Kuota Haji Tambahan Diatur 'Satu Pintu' Lewat Fuad Hasan Masyhur
-
Nathalie Holscher Pasang Badan Tunjukkan Bukti Mewah Usai Suami Dituduh Numpang Hidup
-
IHSG Hari Ini Di Ujung Tanduk, Mampukah Tembus Resistance 6.300?
-
Niat Investasi di Lumajang, 2 Pria Ini Malah Kehilangan Koper 1 Miliar
-
5 Penyebab Kenapa Nasi di Rice Cooker Cepat Basi dan Cara Mengatasinya
-
Pasir Putih Situbondo Dibuka untuk Investor, Investasi Ditaksir Rp40 Miliar
-
6 Zodiak Paling Tidak Sabar: Anti Lelet dan Benci Hal yang Bertele-tele
-
Ekshumasi Sutrimo Digelar Tanpa Keluarga, Kuasa Hukum: Mereka Tak Kuat Lihat Jasad
-
GrabAcademy Buka Jalan Mitra Naik Kelas, dari Driver hingga Jadi Pengusaha
-
Penjualan Eceran Juli 2026 Diprediksi Tumbuh 0,9 Persen, Makanan dan Minuman Jadi Penopang