/
Senin, 24 Juli 2023 | 20:53 WIB
Gibran Rakabuming Raka bersama Ganjar Pranowo saat makan soto gading Solo, Jumat (6/11/2020). (Ist)

Pakar komunikasi politik Karim Suryadi mengamati Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka yang disebut menjadi juru kampanye atau jurkam dari calon presiden (capres) PDI Perjuangan Ganjar Pranowo.

Karim melihat ada sesuatu yang janggal dari sikap Gibran saat menemani Ganjar blusukan di Kabupaten Bogor pada Sabtu (22/7/2023) kemarin meskipun masa kampanye pemilihan presiden (pilpres) 2024 belum resmi bergulir.

"Apa yang dilakukan sekarang setidak-tidaknya sosiaslisasi calon presiden PDIP yaitu bagian dari tindakan atau fungsi kampanye meskipun tidak disebut kampanye," kata Karim dalam pernyataannya, dikutip Liberte Suara, Senin (24/7/2023).

Menurut Karim, rasa setengah hati Gibran menjadi jurkam Ganjar pun makin tampak selama agenda blusukan itu, antara lain putra sulung Presiden Joko Widodo itu menampik sebagai jurkam karena masa kampanye belum berjalan.

"Jadi kalau disebut sebagai bagian padahal kan ditugaskan untuk itu kan jadi ambigu, jadi tidak jelas gitu ya, dan publik membaca itu sebagai ketidaktulusan," ungkap Karim.

"Mengapa? Jangan salahkan publik karena memang ada beberapa momen sebelumnya yang mengacaukan persepsi itu," tuturnya, menambahkan.

Pakar komunikasi politik itu mengingat kembali momen Wali Kota Solo dipanggil oleh DPP PDIP setelah momen pertemuan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan relawannya.

Ia menilai pascapemanggilan itu merupakan titik balik Gibran mendukung Ganjar. 

"Barulah setelah itu ada perjumpaan dengan Ganjar Pranowo, meskipun tidak disertai dengan relawan," pungkasnya.

Baca Juga: CEK FAKTA: Terkait Kasus Korupsi dan TPPU, Jokowi Bersama Gibran dan Kaesang akan Diperiksa KPK

Load More