Mantan Sekretaris BUMN Muhammad Said Didu mengomentari pernyataan Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang tidak menyukai adanya perubahan.
Hal tersebut disampaikan dalam acara CNBC Nickel Conference di Kempinski Hotel, Jakarta Pusat, Selasa (25/7/2023) yang dihadiri Luhut secara daring.
"Jadi saya tidak setuju atau tidak setuju ketika orang mengatakan membuat perubahan, Anda tahu? Apa yang terjadi perubahan," ujar Luhut.
Hal itu untuk merespon wacana perubahan yang diusulkan oleh salah satu bakal calon presiden yang akan ikut dalam kontestasi politik Pilpres 2024.
Menurutnya, ada enam program Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang harus diteruskan oleh presiden berikutnya.
Program yang dimaksud yaitu industrialisasi, digitalisasi, pendidikan berkualitas, pembangunan infrastruktur, dekarbonisasi, dan menyelesaikan masalaha ketidaksetaraan sosial.
Menanggapi hal tersebut, Said Didu heran dengan penolakan Luhut terhadap wacana perubahan karena hal itu bisa diartikan bahwa kesalahan pemerintahan Presiden Jokowi harus dilanjutkan.
“Ada yang tidak setuju dengan perubahan. Artinya kesalahan harus dilanjutkan ?” tanya Said Didu, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @msaid_didu pada Rabu (26/7/2023).
Namun, tokoh yang kerap beroposisi dengan pemerintah ini tampak tak mau ambil pusing dan membiarkan rakyat yang menentukan. “Terserah Bapak ajalah karena rakyatlah yang menentukan,” ujarnya.
Baca Juga: Kemenko Perekonomian Dorong Bonus Demografi untuk Indonesia yang Lebih Maju dan Sejahtera
Seperti diketahui, Bakal calon presiden Anies Baswedan diusung oleh Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) dengan mengusung tema perubahan untuk persatuan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Emas Melesat, Perak Menggila! Ini Pemicu Lonjakan Harga Logam Mulia Hari Ini
-
Intip Harta Kekayaan Dadan Hindayana yang Capai Rp9 Miliar
-
Klasemen Grup A Piala AFF U-19: Indonesia Sapu Bersih, Tapi Masih di Bawah Vietnam
-
Mengapa Kasus Noven Mandek Bertahun-tahun?
-
Siap Bahas Revisi UU Pemilu, Komisi II DPR Bakal Safari Minta Masukan Partai Politik
-
Bandung Raya Siaga Satu! TPA Sarimukti Diprediksi Penuh Total Oktober 2026
-
AJI dan PBHI Soroti Batalyon Teritorial Pembangunan: Demokrasi Dipersempit, Pers Terancam Dibungkam
-
Istana Jadwalkan Pelantikan Pimpinan BGN Nanik S Deyang Dkk Pekan Depan
-
Prasetyo Hadi Ungkap Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang Pimpin BGN
-
Pangkas Waktu ke Palabuhanratu, Jalan Malasari-Cianten Bakal Ditembuskan ke Sukabumi