Juru Bicara Anies Baswedan, Sudirman Said, menyinggung perihal kasus yang belakangan dihadapi oleh Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Diungkap olehnya, sekitar satu atau dua minggu sebelum Anies Baswedan menunaikan ibadah haji, Airlangga sempat bertemu dengan Anies.
Sudirman mengatakan dirinya tidak mendampingi Anies saat itu namun dirinya mendengar kabar bahwa Airlangga memberikan sinyal keinginan bergabung ke kubu Anies namun terhalang keadaan.
Ia menduga keadaan yang dimaksud yaitu karena secara normatif Partai Golkar yang dipimpin oleh Airlangga masih berada di dalam Koalisi Indonesia Bersatu atau KIB dan termasuk koalisi pemerintahan.
“Bagaimanapun kita menghormati Pak Airlangga partainya masih dalam koalisi pemerintahan,” ujar Sudirman, dikutip Suara Liberte dari kanal YouTube Hersubeno Point pada Kamis (27/7/2023).
Meski keadaan serupa juga dialami oleh Partai NasDem, namun Sudirman memaklumi tidak semua pimpinan partai memiliki cukup keberanian seperti Surya Paloh. “Tidak semua pihak tidak semua pemimpin partai itu cukup punya keberanian menempuh resiko,” ujarnya.
Bahkan, Sudirman menduga kasus yang tengah dihadapi Airlangga merupakan risiko yang harus dihadapi dan dia berharap Airlangga tidak mendapat perlakuan diskriminatif dalam hukum.
“Dan barangkali yang kita lihat sehari-hari ini adalah bagian dari resiko yang harus dihadapi oleh Pak Airlangga dan kita menaruh simpati lah muda-mudahan beliau memperoleh perlakuan hukum yang tidak diskriminatif,” harapnya.
Diketahui Airlangga diperiksa Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Senin (24/7/2023) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi izin ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil atau CPO) dan turunannya termasuk minyak goreng periode 2021-2022.
Baca Juga: Berkah Teuku Wisnu setelah Hijrah: Naik Haji sampai 3 Kali
Sebelumnya Airlangga mangkir tanpa pemberitahuan dari pemeriksaan pertama yang dijadwalkan Kejagung untuk tanggal 18 Juli 2023.
Usai pemeriksaan yang berlangsung selama 12 jam tersebut, Airlangga hanya mengatakan dirinya telah menjawab semua pertanyaan dengan baik tapi enggan menjelaskan detail pemeriksaan tersebut.
Imbas dari pemeriksaan tersebut yaitu munculnya rumor Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar. Rumor tersebut kemudian dikaitkan dengan agenda Pemilu 2024.
Terkait hal itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan hal itu tidak berkaitan dengan Istana atau dirinya karena hal itu merupakan urusan internal Partai Golkar.
“Itu urusan internal Golkar. Tidak ada hubungannya dengan kita,” ujar Presiden Jokowi, dikutip dari Antara, Kamis (27/7/2023).
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Tok! OJK Bekukan Izin Underwriter UOB Kay Hian Sekuritas, Buntut Skandal IPO REAL
-
Sempat Dikira Kain Popok, Begini Cerita Fatmawati Saat Pertama Kali Terima Bahan Bendera Pusaka
-
Pekerja BRI Insurance Galang Dana Mandiri demi Bencana Sumatra
-
Liam Rosenior Tuduh Arsenal Tak Hormati Chelsea, Mikel Arteta Bantah Keras
-
Mensos Gus Ipul: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data
-
Kemensos Rehabilitasi 7 PMI Korban TPPO di Turki
-
Sulis Jadi Simbol Perempuan Muslim Berdaya Fatayat NU
-
WN China Tersangka Kasus Tambang Emas Kabur, Ditangkap Imigrasi di Entikong
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
Soroti Kematian Bocah SD di NTT, Hasto PDIP: Bangunlah Jiwanya, Tapi Anak Tak Bisa Beli Pena