Pegiat media sosial Ade Armando menilai Rocky Gerung tak perlu dipolisikan kendati telah melontarkan ujaran yang dianggap menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Kendati, akademisi Universitas Indonesia itu juga mengakui dirinya eneg mendengar ujaran hinaan Rocky terhadap Presiden Jokowi.
“Saya juga eneg mendengar ucapan Rocky. Tapi kita rasanya tak perlu mempolisikan dia,” ujar Ade, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @adearmando61 pada Selasa (1/8/2023).
Menurutnya, Rocky sedang frustasi sehingga ucapannya tak perlu dianggap serius. Selain itu, ia mengimbau untuk memperbanyak rasa sabar dalam kehidupan berdemokrasi.
“Rocky itu frustrasi. Jangan anggap serius ucapan dia bahwa Presiden Jokowi adalah 'bajingan yang tolol'. Di alam demokrasi, kita harus banyak-banyak sabar,” sambung Ade.
Seperti diketahui belakangan beredar video Rocky mengucapkan kata-kata kasar yang dianggap sebagai penghinaan terhadap Presiden Jokowi. Buntut dari hal tersebut, Rocky pun dilaporkan oleh sejumlah relawan Presiden Jokowi.
Menanggapi hal itu, Rocky menilai penyebutan kata-kata kasar dalam forum politik bertujuan agar suatu kalimat menjadi efektif. Menurutnya, hal itu biasa diucapkan dalam forum politik.
“Itu forum politik di mana orang bisa mengucapkan satu kalimat supaya efektif, maka saya bilang itu. Kalau bilang presiden Jokowi sopan santun ya enggak ada gerakan dong, jadi musti dibiasakan dalam forum politik apa saja diucapakan," ujar Rocky, dikutip Suara Liberte dari kanal YouTube pribadi pada Selasa (1/8/2023).
Rocky kemudian mencontohkan bagaimana Presiden Amerika sering mengatai ekonomi goblok dalam forum debat. Lagi pula, kata bajingan yang diucapkan Rocky justru memiliki arti positif di era Kerajaan Mataram.
Baca Juga: Ciptakan Peluang Usaha, GMC Sumut Gelar Pelatihan Pembuatan Ubi Cokelat di Serdang Bedagai
"Bajingan itu bahkan dianggap dulu di jaman Mataram dulu ada orang yang riset ditulis di national geograpic bajingan artinya orang yang dicintai Tuhan," ujar Rocky.
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
Pilihan
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
-
1 Prajurit TNI di Lebanon Gugur Dibom Israel, 3 Lainnya Luka-luka
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
Terkini
-
Sering Dicap Tak Sehat, Viral Proses Pembuatan Saus SBP Ternyata Bahan Bakunya dari Ubi
-
Max Verstappen Isyaratkan Pensiun, Regulasi F1 2026 Dinilai Rusak Esensi Balap
-
Donald Trump Secara Terbuka Isyaratkan Ingin Ambil Minyak Iran dan Rebut Pulau Kharg
-
Kejagung Hormati Sikap DPR, Tegaskan Proses Hukum Amsal Sitepu Tetap Berjalan
-
Purbaya Ungkap Prabowo Mau Bikin Kawasan Ekonomi Khusus Baru buat Tarik Investor Asing
-
Pemerintah Akan Umumkan soal Kebijakan WFH Selasa Besok
-
Gubernur Luthfi Kumpulkan Kepala Daerah di Jateng, KPK Beri Ultimatum: Sadar atau Diciduk!
-
Jaden Anak Denise Chariesta Dicap Nakal, Rio Motret Bongkar Fakta Mengejutkan
-
Komnas HAM Nilai Kasus Andri Yunus Penuhi Unsur Pelanggaran HAM, Tapi Tunggu Keputusan Internal
-
Perang Iran Picu Kerugian Global hingga 11,5 Triliun Dolar AS