Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sigit Widodo buka suara terkait dengan pertemuan kelompoknya dengan Prabowo Subianto. Kali ini ia menjawab isu masa lalu yang gelap dari menteri pertahanan tersebut di Indonesia.
Sigit mengatakan bahwa pihaknya paham betul akan hal tersebut karena ia sendiri menjadi saksi dalam peristiwa itu. Masyarakat tak perlu khawatir bahwa partainya melupakan rekam jejak dari Prabowo.
"Peristiwa 27 Juli 1996, saya dipukuli seratusan aparat dan mendekam lima hari di tahanan Polda Metro Jaya. Di masa-masa akhir kuliah, saya terkena dua kali represi orba: Tragedi Trisakti 12 Mei dan Tragedi Semanggi I," ucapnya seperti yang dikutip dari akun medsosnya pada Jumat (4/8).
Hal serupa juga dirinya akui turut dialami oleh ratusan pengurus dari PSI. Mereka paham akan rekam jejak yang dimiliki oleh Prabowo. Namun hal tersebut bukan berarti pihaknya akan menutup pintu silaturahmi bagi ketua partai tersebut.
Menurut Sigit, rekam jejak elite pemerintahan tersebut kurang relevan jika dibandingkan dengan niatan baik dalam kunjungan dari Prabowo. Komunikasi politik yang dijalankan pada kali ini dijalankan untuk kepentingan dari Indonesia.
"Tapi alangkah piciknya kalau atas dasar itu, PSI kemudian menolak Pak Prabowo yang dengan niat baik ingin bertemu dan menjalin komunikasi politik untuk kepentingan bangsa," tegasnya.
Lagi pula, Prabowo Subianto bersama dengan partainya kini tengah berada dalam satu koalisi dengan PSI. Yakni dalam koalisi yang dibangun oleh Presiden Joko Widodo alias Jokowi.
"Bukankah PSI dan Gerindra saat ini sama-sama berada dalam koalisi Pak Jokowi?" jelasnya.
Baca Juga: Sama-Sama Keturunan Soekarno, Guruh Soekarnoputra Siapanya Megawati?
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung