Pengamat politik Rocky Gerung mengungkapkan kecurigaan publik terhadap hak uji materi atau judicial review undang-undang pemilihan umum (pemilu) terkait batas usia calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).
Rocky menduga Presiden Joko Widodo dipastikan akan mencalonkan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menjadi salah satu cawapres di pemilihan presiden (pilpres) 2024 melalui mekanisme di Mahkamah Konstitusi.
"Dari awal memang kecurigaan publik kenapa tiba-tiba ada dua, tiga tokoh atau satu, dua partai ajukan judicial review," kata Rocky dalam pernyataannya dikutip Liberte Suara, Minggu (6/8/2023).
"Gibran akan dicalonkan pasti oleh Pak Jokowi itu dengan gerak yang melingkar kira-kira supaya dianggap ini kan normal," imbuh Rocky.
Kecurigaan publik, ujarnya, juga didukung oleh salah satu Wakil Ketua MK Saldi Isra. Menurut Rocky dari hal itu terlihat bahwa MK mendua soal judicial review undang-undang pemilu.
"Mahkamah Konstitusi mendua soal itu, ada yang merasa oke perlu tetapi belakangan kita dengar sinisme dari Saldi Isra itu, salah satu wakil ketua MK," jelasnya.
"Jadi sebetulnya kita nangkep bahwa aspek politik tinggi sekali dalam proposal ini kan Saldi itu dalam bahasa dia menyindir sebetulnya," sambung dia.
Lebih lanjut mantan dosen filsafat ini mengingatkan bahwa informasi darinya ini merupakan sebuah analisis dan tidak dapat dianggap sebagai berita bohong atau hoaks. Alasannya, analisis Rocky juga terbentuk dari opini publik atas langkah partai politik ajukan judicial review ke MK.
"Tapi tentu Istana akan protes lagi itu hoaks, Rocky Gerung bikin hoaks, bukan ini analisis dan kita mau takar seberapa kuat aspek-aspek pembentukan opini publik," jelas Rocky.
Baca Juga: Pembakaran Bendera PDIP Adalah Hal yang Tidak Diinginkan Rocky Gerung
"Ini mengarahkan Gibran itu pindah dari Solo datang ke Jakarta untuk jadi calon wakil presiden seseorang kan dugaan itu mesti kita pastikan sebagai orang yang mampu melihat gejala tentu saya mesti terangkan itu," pungkas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
Terkini
-
Tegas! Perang AS-Israel vs Iran Akan Selesai Jika Militer Israel Angkat Kaki dari Lebanon
-
Main Mata Dadan Cs Sedot Miliaran Uang MBG per Hari, Kejagung: Mereka Bertiga Kerja Sama!
-
Resmi Dibuka, Seminar KAGAMA HSE 2026 di UGM Ingatkan Ancaman Bencana Sektor Industri Nasional
-
Permintaan Mobil Listrik Melambat, Kia Putuskan Rakit Mobil Hybrid di Pabrik Hyundai
-
Rupiah Tembus Rp18.000, Bank Indonesia Siapkan Langkah Intervensi
-
3 Tinted Sunscreen untuk Flek Hitam yang Direkomendasikan Dokter
-
Rasmus Hojlund Resmi Dipermanenkan Napoli
-
Filter Error Bikin Wajah Asli Terungkap, Seorang Influencer Ditinggal Kabur 140 Ribu Pengikut
-
Park Min Young Comeback Drama Kantoran 'Nine to Six', Jadi Bos Perfeksionis
-
Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, DPR Desak Menkeu dan BI Segera Bertindak