Pengamat politik Rocky Gerung mengatakan PDI Perjuangan semestinya melakukan tindakan yang sama seperti apa yang dilakukan olehnya, yaitu meminta maaf menimbulkan kehebohan publik.
Menurut Rocky, PDIP adalah pihak yang pertama kali melaporkan dirinya ke polisi menggunakan pernyataan yang diduga penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.
"Kita tahu yang pertama-tama yang melaporkan saya adalah PDIP. Nah itu yang memicu yang lain ikut melaporkan," kata Rocky dalam pernyataannya, dikutip Liberte Suara, Minggu (6/8/2023).
"Jadi kalau PDIP mengerti itu ya mestinya dia lakukan juga hal yang sama dengan yang saya lakukan tuh. Saya minta maaf karena telah menimbulkan kehebohan, PDIP juga mesti melakukan hal yang sama," ungkap Rocky.
Ia mengingatkan PDIP lantaran partai banteng moncong putih itu akan dicatat sejarah sebagai pihak yang menghalangi kebebasan berpendapat.
"Karena PDIP yang lakukan persekusi saya kan itu juga akan dicatat oleh sejarah seorang kader PDIP menghalangi kebebasan berbicara itu juga ajaib tuh, mustinya ada juga teguran itu tuh tapi saya baca masih mengelak itu PDIP," jelas akademisi itu.
Bahkan, Rocky menilai PDIP telah melakukan tindakan persekusi terhadap dirinya tetapi sampai saat ini tidak ada niatan untuk menyampaikan permintaan maaf.
Lebih lanjut Rocky mengaku tidak ingin melihat adanya pembakaran bendera PDIP.
"Itu merugikan PDIP sebetulnya dan kita tidak ingin PDIP itu ditenggelamkan hanya karena strategi di dalam soal yang kemarin itu yang justru backfire. Apalagi bendera PDIP dibakar itu saya enggak menginginkan itu terjadi itu," jelas Rocky.
Baca Juga: Pantas Bisa Tiba-tiba Mesra, Prabowo dan Grace PSI Bergandengan Tangan Berkat Jokowi?
Terlebih Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, menurut Rocky, seharusnya sudah memahami pokok persoalan yang telah menjadi polemik di publik yaitu antara dirinya dengan Presiden ke-7 Republik Indonesia.
"Yang mau kita terangkan adalah keketatan di dalam melihat persoalan sebagai persoalan politik juncto ketatanegaraan," tutur Rocky.
"Jadi musti fair dalam soal ini supaya Pak Hasto juga mengerti bahwa ini adalah perselisihan politik antara saya dan Presiden Republik Indonesia ke-7 lebih baik begitu deh, daripada sebut nama salah lagi kan," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
Pilihan
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
-
Info Orang Dalam, Iran Hampir Pasti Tak Ikut Piala Dunia 2026
Terkini
-
Boroujerdi: Masyarakat Tak Anggap Putra Shah Terakhir Iran Reza Pahlavi Ada
-
Eks Dirut Pertamina Soal Kesaksian Ahok: Buka Tabir Korupi LNG
-
Keberangkatan Jemaah Umrah Asal Palembang Tetap Normal di Tengah Gejolak Timur Tengah
-
Kaesang Silaturahmi ke Ponpes Al-Amien Kediri Disuguhi Nasi Kuning: Saya Kayak Lagi Ulang Tahun
-
Kemenkeu Ungkap Efek Perang AS-Israel-Iran ke Ekonomi RI
-
China Tegas Dukung Iran Lawan Serangan AS dan Israel: Kami di Belakang Iran
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Empat Kapal Pertamina Tertahan di Timur Tengah saat Perang AS dan Israel vs Iran Berkecamuk
-
Kemenkeu Umumkan PMI Manufaktur Indonesia Pecah Rekor di Februari 2026