Ekonom senior Faisal Basri mengungkapkan kemiskinan di Indonesia mengalami penurunan menjadi di bawah 10% meskipun dengan kecepatan yang lambat.
Ia menyebut, jumlah masyarakat miskin atau kelas masyarakat dengan kekuatan ekonomi terendah tinggal sekitar 9% tetapi itu tidak menutup fakta lain.
"Jadi orang miskin memang turun terus walaupun penurunannya itu melambat, udah di bawah 10% jumlah orang miskin itu, tapi jadi 9%, 10% sedikit makin susah gitu, jadi itu keraknya kemiskinan," kata Faisal dalam keterangannya, dikutip Liberte Suara, Kamis (10/8/2023).
Lebih lanjut Faisal membeberkan data mengenai masyarakat yang nyaris dan rentan miskin. Kategori masyarakat nyaris miskin itu ditandai dengan ketidakmampuan memenuhi kebutuhan hidup dasar jika ada kenaikan harga.
"Nah tapi yang tidak miskin tidak berarti berkecukupan kan ada miskin, ada nyaris miskin, ada rentan miskin," ungkapnya.
Jumlah masyarakat dalam kategori nyaris dan rentan miskin jika digabung mencapai 60,6% dari total populasi.
"Nyaris miskin tuh ada kenaikan harga aja dia udah nggak mampu menutupinya. Nah kalau saya gabung nih, nyaris miskin, rentan miskin itu jumlahnya 60,6%," sambung dia.
Di sisi lain, Faisal membukakan fakta bahwa jumlah masyarakat dengan total kekayaan di atas satu juta dolar meningkat.
"Sementara kalau kita lihat jumlah orang kaya meningkat terus gitu. Jadi jumlah orang kaya itu yang kekayaannya di atas satu juta dolar," jelasnya.
Baca Juga: Mulai Naik 20 Agustus, Daftar Tarif Tol Jagorawi dan Sedyatmo Terbaru
Artinya, fakta mengenai menurunnya masyarakat dengan kategori miskin tepat tetapi di samping itu orang-orang kaya terus tumbuh hingga saat ini.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi
-
5 Sabun Cuci Muka untuk Bruntusan di Dahi dan Pipi, Lengkap dengan Ulasan Pengguna
-
Prabowo-Gibran Kompak Pakai Beskap, Pimpin Kemeriahan Karnaval Kemerdekaan di Monas
-
Dari Bundaran HI, Warga Titip Harapan untuk Indonesia di HUT Ke-81 RI
-
KPK Tak Sanksi Etik Setya Budi Dias di Kasus Pemerasan Bupati Pemalang, Ini Alasannya