Dosen Prodi Sastra Sunda Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran, Taufik Ampera yang juga merupakan pembina dari kegiatan itu turut memiliki pendapat yang sama. Pihaknya menegaskan bahwa program-program ini adalah wujud komitmen dari penguatan budaya yang dilakukan oleh Unpad.
"Desa Citengah dikenal sebagai destinasi wisata alam, namun sebenarnya menyimpan potensi budaya yang sangat besar," ujar Taufik.
"Sudah seharusnya potensi budaya ini diperkuat, masyarakat desa tidak hanya sebatas penerima pengaruh dari luar tetapi sebaliknya wisatawan sebaiknya dapat belajar dari masyarakat desa tentang bagaimana memelihara tradisi agar keindahan alam tetap lestari," pungkas Taufik.
Sementara itu, Aparat Desa Citengah Sunarya mengatakan bahwa kegiatan ini diharapkan bisa membawa generasi muda desanya untuk mulai mengenali dan melestarikan kebudayaan dari Desa Citengah. Pihaknya bersyukur atas kegiatan hingga program-program yang telah diinisiasi oleh Unpad.
"Terdapat kekhawatiran yang dapat dibuktikan dengan catatan statistik, bahwa di daerah destinasi wisata alam Desa Citengah ini anak-anak dan generasi muda telah asing dengan budayanya sendiri. Tergerus pengaruh dari luar," ungkap Sunarya.
"Dengan adanya kerja sama antara Desa Citengah dengan Unpad diharapkan terus berkesinambungan. Program yang sangat diharapkan adalah menggiatkan Sekolah Budaya," ujar Sunarya.
Sunarya berharap kegiatan penguatan kebudayaan di wilayahnya ini akan memicu gelombang akan memicu hal serupa di wilayah lain. Menurutnya budaya sejatinya harus menjadi esensi dalam pelestarian alam hingga pemanfaatannya untuk pariwisata.
"Budaya seharusnya dijadikan ruh untuk pelestarian alam, pemajuan pariwisata, dan menangkal pengaruh-pengaruh buruk dari luar. Jika tradisi budaya kuat, alam akan lestari. Jika alam lestari, pariwisata terus berkesinambungan. Jika pariwisata terus berkembang, diharapkan warga Desa Citengah ikut menikmati kesejahteraan. Maka, para pemangku kepentingan harus bekerja bersama dan memikirkan dengan tindakan nyata untuk melestarikan budaya, alam, dan tradisi," tegasnya.
Penulis: Indra Sarathan
Baca Juga: Lolly 'Serang' Nikita Mirzani karena Tak Setujui Pacar Baru: Itu Pilihan Saya
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong
-
ICCS 2026: Dorong Konten Kreator Tak Hanya Berdiskusi, tapi Langsung Berkarya
-
Notarace 2026: Gaya Hidup Sehat Menjadi Momen Silaturahmi Ribuan Notaris
-
Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta
-
Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta
-
Merawat Nyala Wayang Palembang, Warisan Kesultanan yang Menjadi Ruang Belajar Generasi Muda
-
Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!
-
Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan