- Jusuf Kalla menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 11 Juni 2026 siang hari.
- Pertemuan tertutup tersebut berlangsung atas permintaan Jusuf Kalla yang hadir didampingi putranya, pengusaha Solihin Kalla.
- Belum terdapat keterangan resmi mengenai topik pembahasan dalam pertemuan antara Presiden Prabowo dengan Jusuf Kalla tersebut.
Suara.com - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) berkunjung ke Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/6/2026), untuk bertemu Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan tersebut berlangsung atas permintaan JK.
Berdasarkan tayangan yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, JK tiba di Istana sekitar pukul 14.30 WIB bersama putranya, Solihin Kalla. Keduanya datang menggunakan satu kendaraan dan mengenakan batik.
Kedatangan JK dan Solihin disambut langsung oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya di halaman Istana Merdeka. Setelah berjabat tangan, keduanya kemudian diarahkan masuk ke dalam Istana untuk menemui Presiden Prabowo.
Di dalam ruangan, Prabowo yang mengenakan setelan safari tampak menyambut hangat JK dan Solihin. Ketiganya kemudian duduk bersama di sebuah meja bundar yang telah disiapkan lengkap dengan catatan dan pulpen.
JK duduk di sisi kanan Prabowo, sementara Solihin berada di sisi kiri Presiden. Pertemuan berlangsung secara tertutup.
JK yang Minta Waktu Bertemu
Sebelumnya, Seskab Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari permintaan Jusuf Kalla untuk bertemu Presiden Prabowo.
Menurut Teddy, permintaan itu telah disampaikan beberapa hari sebelumnya. JK juga disebut akan hadir bersama putranya yang aktif di dunia usaha.
"Oh iya, Pak Wapres Jusuf Kalla beberapa hari lalu meminta waktu bertemu kepada Presiden Prabowo. Beliau akan datang bersama putra beliau yang juga seorang pebisnis," ujar Teddy dalam keterangannya.
Baca Juga: Ngotot Jadi Presiden Meski Gagal Pilpres 4 Kali, Prabowo: Saya Lihat Indonesia Menuju Arah Salah
Teddy menambahkan, Prabowo selalu membuka ruang komunikasi dan silaturahmi dengan berbagai tokoh nasional, termasuk kalangan pengusaha, sebagai bagian dari upaya memperkuat persatuan dan mendorong kolaborasi untuk kemajuan bangsa.
Hingga pertemuan berlangsung, belum ada keterangan resmi mengenai agenda maupun topik yang dibahas dalam pertemuan antara Prabowo, Jusuf Kalla, dan Solihin Kalla tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
JK Minta Waktu Temui Prabowo, Ungkap Hasil Obrolan 1 Jam di Istana Merdeka
-
Pramono Gertak Perundung Bocah 6 Tahun di Senen: Kalau Dia Pemegang KJP, Kami Tarik!
-
Demo Mahasiswa Jumat Besok, Ini 5 Tuntutan yang Bakal Dibawa di Aksi Bundaran HI
-
Bupati Muara Enim Diduga Perintahkan Anak Buah Suap BPK demi Ubah Hasil Audit
-
Mahasiswa Ancam 'Reformasi Jilid II' dalam 18 Hari, Begini Reaksi Kepala BIN
-
Ekonom Kritik Glorifikasi PSN, Pemerintah Lupa Hitung Risiko Pengangguran Kelas Menengah
-
UMKM Menjerit! Barcode BBM Subsidi Diblokir Tiba-tiba, PDIP Desak Pemerintah Transparan
-
Bukan Mewah, Begini Konsep Upacara 17 Agustus di IKN Menurut Basuki Hadimuljono
-
Respons Sinyal DPR Bahas Revisi UU Pemilu, Tito: Apapun Skenarionya Kami Siap
-
Kepala Daerah Sering Kena OTT, Mendagri Tito Usul 'Bonus' dari PAD: Biar Tak Korupsi?