Pengamat politik Refly Harun menduga melambungnya popularitas calon presiden (capres) Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan menjadi kekhawatiran bagi dua capres lain.
Menurut Refly, capres PDI Perjuangan Ganjar Pranowo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto terlihat akrab satu sama lain dalam sebuah kesempatan.
Pakar hukum tata negara itu melihat keakraban dan kemesraan antara Ganjar dan Prabowo sebagai sinyal kepanikan untuk merespons tren elektabilitas Anies yang semakin kuat.
"Di antara mereka bisa saling komunikasi tapi yang bisa menyatukan mereka begitu karena mereka sepertinya menghadapi the common enemy, musuh yang sama yang mereka khawatirkan itulah Anies Baswedan," kata Refly dikutip Liberte Suara, Kamis (10/8/2023), di kanal YouTube pribadinya.
Pasalnya, dalam hasil survei beberapa lembaga menunjukkan Anies menempati posisi terbawah. Litbang Kompas mencatat elektabilitas Anies hanya 13%, Prabowo 18%, dan Ganjar sekitar 25%.
"Jadi aneh mereka mengkhawatirkan dengan orang yang elektabilitasnya cuma 13% sementara mereka bisa berkomunikasi dengan baik," ungkap Refly.
"Kalau menurut saya kemesraan itu menunjukkan bahwa ada kepanikan di kalangan Istana mengenai tren elektabilitas Anies, karena kalau seandainya Anies cuma nomor 3 ngapain khawatir," tambahnya, menegaskan.
Karena jika elektabilitas Ganjar turun, maka masih ada Prabowo, namun upaya penyatuan keduanya malah menunjukkan bahwa tren elektabilitas Anies sebenarnya kuat dan berbeda dari hasil survei.
"Toh kalau misalnya Ganjar meleset maka Prabowo yang akan menang, tapi ini ketika ada upaya untuk menyatukan Ganjar dan Prabowo atau Prabowo dengan Ganjar itu menunjukkan bahwa Anies makin kuat trend elektabilitasnya," pungkas Refly.
Baca Juga: Bayern-Tottenham Sepakati Harga Transfer, Satu Kaki Kane di Allianz Arena
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
-
KPK Gelar OTT di Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Jadi Operasi Ke-11 Sepanjang 2026
Terkini
-
5 Skin Booster Toner untuk Hidrasi Maksimal hingga Lapisan Kulit Dalam
-
Dicecar Pertanyaan Wartawan, Iwan Tuaji Tetap Bungkam Saat Masuk Ruang Pemeriksaan
-
Harga Jual Mobil Hybrid Bekas Terbukti Lebih Stabil Dibandingkan Mobil Listrik
-
IPO SpaceX Siap Pecahkan Valuasi Tertinggi dalam Sejarah, Setara 10 Kali Lipat APBN
-
DPR Usul Kepemilikan Klub Sepak Bola oleh Polri Diatur Demi Jaga Netralitas
-
Fajar Alfian Akui Penampilan Terburuk Bersama Fikri Usai Tersingkir di Indonesia Open 2026
-
Momen Haru Siaran Terakhir Hard Rock FM Bandung Setelah 25 Tahun Mengudara
-
Nasib Dadan Hindayana dan Kontroversi Pengadaan Motor Listrik Rp 2 Triliun
-
S&P Dikabarkan Bahas Downgrade Utang RI, Benarkah?
-
Misteri Api Sleman: Ahli UPN Petakan Bawah Permukaan Rumah, Selidiki Jalur Gas Rahasia