Otomotif / Mobil
Rabu, 03 Juni 2026 | 17:10 WIB
Ilustrasi mobil hybrid. (Toyota)
Baca 10 detik
  • Analisis pasar Amerika Serikat menunjukkan mobil hybrid memiliki nilai jual kembali yang lebih stabil daripada kendaraan listrik maupun bensin.
  • Data Carbuzz menyebutkan mobil hybrid hanya menyusut 35 persen setelah lima tahun, jauh lebih baik dibanding mobil listrik yang anjlok.
  • Unit hybrid bekas lebih cepat terjual karena konsumen lebih percaya pada kepraktisan efisiensi bahan bakar dibandingkan teknologi mobil listrik murni.

Suara.com - Analisis terbaru dari pasar otomotif Amerika Serikat menunjukkan tren menarik terkait nilai jual kembali kendaraan. Mobil hybrid terbukti memiliki daya tahan harga yang jauh lebih kuat dibandingkan mobil listrik murni atau electric vehicle serta mobil bermesin bensin konvensional.

Berdasarkan data dari Carbuzz, mobil hybrid rata-rata mampu mempertahankan sekitar 65 persen dari nilai awalnya setelah lima tahun pemakaian. Hal ini berarti kendaraan hybrid hanya mengalami penyusutan nilai atau depresiasi sekitar 35 persen. Angka tersebut jauh lebih baik daripada mobil bermesin bensin yang mengalami depresiasi 45 persen serta mobil listrik yang tercatat anjlok hingga 60 persen dalam periode yang sama.

Beberapa model menjadi sorotan utama dalam studi tersebut. Toyota RAV4 Hybrid misalnya tetap mampu menjaga nilai jual pada kisaran 60 hingga 65 persen setelah lima tahun. Sebaliknya mobil listrik populer seperti Hyundai Ioniq 5 dan Ford Mustang Mach-E justru kehilangan nilai secara signifikan dengan hanya menyisakan sekitar 40 hingga 42 persen dari harga awal.

Kesenjangan harga ini bahkan semakin terlihat pada kendaraan yang berusia lebih tua. Honda Accord Hybrid berusia tujuh tahun masih laku di angka separuh dari harga barunya. Sementara itu Tesla Model 3 dengan usia serupa tercatat hanya memiliki nilai sisa kurang dari 36 persen.

Kecepatan penjualan di pasar mobil bekas juga berpihak pada teknologi hybrid. Unit hybrid bekas rata-rata hanya butuh waktu 46 hari untuk berpindah tangan. Durasi ini lebih cepat dibandingkan rata-rata pasar secara umum yang mencapai 49 hari maupun mobil listrik yang membutuhkan waktu hingga 57 hari untuk menemukan pembeli baru.

Kuatnya nilai jual mobil hybrid didorong oleh tingginya kepercayaan konsumen terhadap kepraktisan teknologi ini. Pengguna bisa menikmati efisiensi bahan bakar tanpa harus mengandalkan infrastruktur pengisian daya. Di sisi lain mobil listrik bekas masih dihantui kekhawatiran penurunan performa baterai serta biaya penggantian yang mahal sehingga membuat calon pembeli di pasar barang bekas lebih waspada.

Load More