Pengamat politik Rocky Gerung menyayangkan elite politik di Indonesia yang kerap mencari dan memanfaatkan peluang untuk menjegal lawan politik, dibandingkan adu argumen tentang ide-ide.
"Politik kita itu tidak pernah tiba pada pertengkaran ide, yang ada adalah mengintip peluang untuk menjegal seseorang," kata Rocky dalam pernyataannya, dikutip Liberte Suara, Jumat (11/8/2023).
Pasalnya, lanjut Rocky, penjegalan dilakukan tidak atas dasar argumentasi yang kuat, tetapi hanya semacam menunggu momentum politik.
"Kalau dia dijegal karena berbeda sudut pandang ya oke, tapi ini kan dijegal karena momentum politik," ujarnya, menambahkan.
Dia melanjutkan, dalam konteks korupsi misalnya, tindakan melawan hukum yang merugikan negara secara materiil itu seolah ditegakkan dengan sungguh-sungguh. Padahal, yang terjadi tidak seperti itu.
"Itu yang sering kita sebutkan bahwa korupsi memang seolah-olah ditegakkan tetapi tunggu momentum," jelasnya.
Pada akhirnya, ujar mantan dosen Universitas Indonesia itu, para elite politik hanya mencari-cari kejahatan satu sama lain yang diharapkan tidak merugikan rakyat.
"Jadi tukar-menukar kejahatan akhirnya. Kalau elite bertengkar rakyat selamat, kalau elite bersatu rakyat melarat," sambung dia.
Namun Rocky berkelakar bahwa banyaknya kasus yang terbuka ke publik berpotensi menguntungkan dirinya lantaran akan menutupi kasusnya.
Baca Juga: Tinggal Selangkah Lagi Harry Kane jadi Warga Baru Allianz Arena
"Jadi bagus juga nanti semua kasus kan akan dibuka. Kalau semua kasus udah dibuka, rame lagi politik maka kasus saya hilang," ucapnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Review Lelaki-Lelaki Tanpa Perempuan: Tujuh Kisah Tentang Sepi dan Kehilangan
-
Pangeran Arab Saudi Ditemukan Meninggal Dunia di London, Darahnya Mengandung Miras dan Narkoba
-
Rizal Fadillah Bongkar Peran Pratikno di Balik Ijazah Jokowi: Penentu Sejak Rektor
-
Indosat Optimalkan Spektrum 700 MHz Perluas Jaringan 5G, Sinyal Indoor dan Fokus Wilayah Terpencil
-
Retorika Londo Ireng Prabowo Berisiko Ancam Kebebasan Pers dan Ruang Kritik
-
Sisi Lain The East Palace: Banjir Plot Twist, Siapa Arwah Kolam Sebenarnya?
-
Xiaomi Watch 5 dan Smart Band 10 Pro Resmi Meluncur, AI Personal Trainer Bikin Olahraga Lebih Cerdas
-
Oknum Guru di Tanjungbalai Bantah Bawa Siswa SD ke Rumah untuk Dilecehkan Suami
-
Islam dan Nasionalisme Satu Tarikan Napas, PKB Anugerahi 5 Kiai Penjaga NKRI
-
Sunscreen Apa yang Cepat Mencerahkan Kulit Kusam? Ini Tips Memilih Produk yang Tepat