/
Selasa, 15 Agustus 2023 | 08:35 WIB
Tangkapan layar Ahli Hukum Tata Negara dan pengamat politik Refly Harun. (YouTube/Refly Harun)

Pengamat politik Refly Harun menyoroti calon presiden (capres) Koalisi Perubahan untuk Persatuan Anies Baswedan yang tak kunjung mengumumkan nama calon wakil presiden (cawapres) pendampingnya.

Padahal, Koalisi Perubahan mengklaim bakal cawapres untuk Anies telah mengerucut pada satu nama, yaitu Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhonoyo (AHY).

Namun Refly tampak ragu dengan pernyataan dari Koalisi Perubahan mengenai hanya satu kandidat cawapres yang tersedia dan siap dari dalam koalisi.

"Belakangan nama AHY menguat tetapi kita tidak tahu apakah betul-betul hanya AHY saja," kata Refly, dikutip Liberte Suara, Selasa (15/8/2023), di kanal YouTube-nya.

Sayangnya, lanjut Refly, internal Koalisi Perubahan tampaknya belum satu suara untuk mengusung AHY lantaran masih terjadi debat yang terjadi antara Demokrat dan NasDem.

"Dan kelihatannya memang terjadi debat, sindir-menyindir yang seru antara kubu NasDem dan kubu Demokrat. Artinya dia (AHY) hanya mau menjadi wakil presiden," ujar Refly.

Pakar hukum tata negara itu menganggap AHY memang tepat disodorkan Demokrat menjadi cawapres dengan sejumlah alasan. Namun AHY dan Demokrat harus berlapang dada jika pilihan Anies tidak jatuh pada mantan mayor TNI AD itu.

"Saya kira skor AHY di elektabilitas pastinya, yang lain dia punya partai. Masalahnya adalah sepertinya AHY tidak disepakati. Kalau kita tidak sepakati kan susah," jelas Refly.

"Tapi soalnya adalah kan soal kelegowoan AHY saja. Artinya kalau dia misalnya tetap mendukung Anies kan baik sekali misalnya," lanjut dia.

Baca Juga: Lady Nayoan Ungkap Ada Pengalaman Pribadi dengan Tuhan Saat Dirinya Alami Kecelakaan Bersama Rendy Kjaernett

Oleh karena itu Koalisi Perubahan, tutur Refly, berpotensi terpecah. Skenarionya NasDem akan hengkang jika Anies tunjuk AHY sebagai cawapres, sedangkan Demokrat angkat kaki kalau cawapresnya bukan AHY.

Load More