Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah menyoroti penggunaan istilah petugas partai hingga tiket calon presiden alias capres di Pilpres 2024.
Meski tak eksplisit menyebutkan nama tokoh, sosok ini seperti memberikan sindiran menohok untuk Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.
Ia awalnya mengatakan bahwa seorang calon presiden tidak bisa begitu saja diklaim sebagai kader ataupun petugas partai. Ini terkait dengan koalisi yang dibangun guna bisa memajukan seorang calon dalam pesta demokrasi.
Fahri mengatakan bahw seorang calon presiden bukanlah seorang petugas partai jika sosok tersebut dimajukan berdasarkan hasil diskusi dari anggota koalisi yang berjumlahkan lebih dari satu partai politik.
Ini yang menjadi perdebatan soal pencalonan dari Ganjar. Ia bisa maju sendiri dengan partainya namun ada anggota koalisi yang harus diperhatikan suaranya.
"Calon presiden tidak bisa diklaim sebagai kader partai kalau faktanya dia dicalonkan oleh banyak partai," tegasnya seperti yang dilansir pada Selasa (15/8).
Di sisi lain, bakal calon presiden bukanlah calon presiden bagi Fahri. Ia mengatakan mereka tak mengantongi tiket dan lebih pantas untuk disebut sebagai calon partai alias caprat. Ini adalah yang terjadi kepada sosok dari Anies Baswedan.
"Calon presiden yg tiketnya gak cukup tidak disebut capres tapi caprat (calon partai)," jelasnya.
Baca Juga: TPNPB-OPM Tembaki Tim Paskibra Kabupaten Puncak Saat Latihan Upacara HUT RI!
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Link Live Streaming PSG vs Arsenal: Siapa Bakal Angkat 'Si Kuping Besar'?
-
'Oleh-Oleh' Presiden Prabowo dari Luar Negeri: Antara Visi Visioner dan Mimpi Buruk Guru di Sekolah
-
Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran
-
Influencer Ini Akan Dijemput Paksa Polisi Kasus Whip Pink
-
Geger Teror Pocong di Lampung Timur: Ternyata Rekayasa AI Buatan 7 Bocah Ingusan
-
Bilal Indrajaya Bawakan Konsep "Tribute to The Beatles", Nyanyikan Lagu Kesukaan Sang Anak
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Nyawa Wanita Muda Melayang Gara-gara Kartu SIM: Tragedi Berdarah di Siger Park Bakauheni
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Pengguna Whip Pink Alami Lumpuh Temporer