/
Selasa, 15 Agustus 2023 | 11:41 WIB
Fahri Hamzah (SuaraSulsel.id/Dokumentasi Gelora)

Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah menyoroti penggunaan istilah petugas partai hingga tiket calon presiden alias capres di Pilpres 2024.

Meski tak eksplisit menyebutkan nama tokoh, sosok ini seperti memberikan sindiran menohok untuk Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.

Ia awalnya mengatakan bahwa seorang calon presiden tidak bisa begitu saja diklaim sebagai kader ataupun petugas partai. Ini terkait dengan koalisi yang dibangun guna bisa memajukan seorang calon dalam pesta demokrasi.

Fahri mengatakan bahw seorang calon presiden bukanlah seorang petugas partai jika sosok tersebut dimajukan berdasarkan hasil diskusi dari anggota koalisi yang berjumlahkan lebih dari satu partai politik.

Ini yang menjadi perdebatan soal pencalonan dari Ganjar. Ia bisa maju sendiri dengan partainya namun ada anggota koalisi yang harus diperhatikan suaranya.

"Calon presiden tidak bisa diklaim sebagai kader partai kalau faktanya dia dicalonkan oleh banyak partai," tegasnya seperti yang dilansir pada Selasa (15/8).

Di sisi lain, bakal calon presiden bukanlah calon presiden bagi Fahri. Ia mengatakan mereka tak mengantongi tiket dan lebih pantas untuk disebut sebagai calon partai alias caprat. Ini adalah yang terjadi kepada sosok dari Anies Baswedan.

"Calon presiden yg tiketnya gak cukup tidak disebut capres tapi caprat (calon partai)," jelasnya.

Baca Juga: TPNPB-OPM Tembaki Tim Paskibra Kabupaten Puncak Saat Latihan Upacara HUT RI!

Load More