Sumber daya manusia atau SDM yang unggul dan berkualitas merupakan jawaban atas tantangan dalam pertumbuhan ekonomi global.
Namun, kualitas SDM yang ada di Indonesia saat ini masih mengalami ketimpangan, baik dari persebaran, juga taraf sosial dan ekonomi, kata Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama Kemenko PMK Warsito.
"Pilar pemerataan yang dilihat dari Indeks Gini bagaimana ketimpangan kaya dan miskin. Indonesia tergolong memiliki Indeks Gini yang cukup rendah kecuali di perkotaan. Jadi sejatinya ekstrem perekonomian Indonesia terjadi di perkotaan," katanya dalam sebuah pernyataan, dikutip Liberte Suara, Selasa (15/8/2023).
Meski begitu, kondisi Indeks Pembangunan Manusia Indonesia (IPM) pada Tahun 2023 memiliki nilai yang cukup baik yaitu 72,91 dengan tren yang selalu naik dimana 2010-2022 rata-rata meningkat 0,77 persen per tahun.
Dimensi IPM terbagi menjadi dimensi umur panjang dan hidup sehat yang meningkat 0,28 persen di 2023 dari 71,85 tahun di 2022, dimensi pengetahuan yang meningkat menjadi 13,10 di 2023, dimensi standar hidup layak meningkat dari Rp323 ribu (2,90 persen) dibanding tahun 2022.
Warsito menyebut, pertumbuhan ekonomi global menurut World Bank pada 2023 masih lebih rendah dari perkiraan pertumbuhan 2022 yaitu dari 3,1% turun menjadi 2,1% sehingga pada 2024 perkiraan mulai membaik menjadi 2,4% dan baru pada 2025 mampu kembali ke posisi 3%.
"Pertumbuhan ekonomi Indonesia di Triwulan II-2023 Indonesia tumbuh sebesar 5,71 persen. Pengangguran di Indonesia di Triwulan II juga mengalami penurunan menjadi 5,45% dengan presentase penduduk miskin pada Maret 2023 sebesar 9,36%," jelasnya.
Warsito menambahkan program rencana kerja pemerintah di 2023 yaitu bagaimana penyiapan SDM untuk ditingkatkan produktivitas dan daya saing dan leading sector dari Kemenko PMK.
Kemenko PMK harus memastikan bagaimana peningkatan kualitas SDM berkualitas dan daya saing dilaksanakan oleh kementerian teknis yang terkait.
Baca Juga: Keraguan West Ham Rekrut Harry Maguire, Jadinya Tetap Stay MU?
"Program pembangunan manusia, pemerintah menyiapkan program yang berkelanjutan. Siklus pembangunan manusia sebagai pijakan untuk melakukan pembangunan sejak dari dalam kandungan hingga masa tua,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
HP Terbaru Juni 2026: Motorola Edge 70 Pro+ dan Redmi Turbo 5 Siap Meluncur, Ini Bocoran Speknya
-
6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
-
Muak dengan Cara Kotor Barcelona, Atletico Madrid Tawar Lamine Yamal dengan Sebungkus Kuaci
-
Harga Sawit Anjlok Usai Ekspor Satu Pintu, Petani Terdampak! Pemerintah Tegur 139 PKS
-
Bertemu Sahabat Rasa Keluarga, Rey Bong Keluar dari Masa-masa Sulit
-
Mengapa Edukasi Menstruasi Bisa Membantu Menekan Risiko HIV pada Remaja?
-
Geram Harta Kekayaannya Ditelanjangi, Inul Daratista Ngamuk dan Ancam Lapor Polisi
-
Vivo S60 Debut dengan Snapdragon 8s Gen 3 dan Baterai 7.200 mAh, Rebrand Vivo V80?
-
Main di Liga Champions Musim Depan, Como 1907 Harus Numpang di Markas Jay Idzes Cs
-
Game James Bond '007 First Light' Laris Jadi Penjualan IO Tercepat, Laku 1,5 Juta Kopi