Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan ketimpangan ekonomi dapat diturunkan melalui Program Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA).
"Salah satu cara menjembatani supaya ketimpangan ekonomi tidak semakin 'menganga' ya melalui program Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA)," kata Muhadjir dalam pernyataannya, dikutip Liberte Suara, Senin (14/8/2023).
Muhadjir mengakui, program PENA telah menunjukkan hasil dapat menurunkan kemiskinan ekstrem di Indonesia. Data penduduk miskin ekstrem pada September 2022 sebesar 1,74 persen, sedangkan per Maret 2023 tercatat di angka 1,12 persen.
Menurut Muhadjir, program pengentasan kemiskinan ekstrem perlu difokuskan pada program pemberdayaan seperti PENA, yang mengedepankan pelatihan keterampilan dan dukungan finansial yang lebih baik.
Upaya ini diarahkan untuk membantu keluarga penerima manfaat (KPM) untuk dapat mencapai kemandirian ekonomi sehingga tercipta ekonomi Indonesia yang merata.
"Jadi kalau ini bergerak menjadi pengusaha maju, yang mikro menjadi kecil, yang kecil menjadi menengah, yang menegah menjadi besar, itu lah nanti maka ekonomi Indonesia semakin merata dan akan dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia," ungkapnya.
Untuk diketahui, program PENA yang diinisasi oleh Kementerian Sosial (Kemensos) merupakan kegiatan pemberdayaan melalui pendekatan praktis, inovatif, dan berkelanjutan untuk meningkatkan dan/atau menghasilkan pendapatan sekaligus memberikan dampak positif secara sosial-budaya, lingkungan, khususnya untuk mewujudkan kemandirian bagi kelompok miskin, rentan, dan orang tidak mampu.
Hingga Juli 2023, sebaran penerima PENA terdapat 1.207 KPM dan tersebar di 21 Provinsi, 92 Kota dan Kabupaten.
Baca Juga: Ada PAN di Barisan Prabowo, Sinyal Erick Thohir Bakal Disodorkan Jadi Cawapres?
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
Terkini
-
Daftar Rekor Lionel Messi di Piala Dunia Hingga 2026, Jarang Diketahui Publik
-
IJD Jadi Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Baru di Jawa Tengah
-
Bongkar Jejak Sadis Taufik Hidayat! Inafis Sita Bukti dari TKP Penyekapan 3 Tahun YTR di Kontrakan
-
Harry Kane Diambang Pecahkan Rekor David Beckham Jelang Inggris vs Ghana
-
Pengerahan Siswa untuk Dukung MBG Dinilai Keliru, Bisa Jadi Bumerang bagi Pemerintah
-
Jangan Sampai Menyesal! Kenali 4 Tanda Jersey Palsu Sebelum Membeli
-
Guna Hemat Anggaran, Pemkab Bogor Resmi Setop Kebijakan Sewa Kendaraan Dinas
-
Warga Dukung MBG Demo di DPRD Sumsel, Siapa Sebenarnya Massa yang Turun ke Jalan?
-
Lebih dari Sekadar Panutan: Cara Anak Sulung Mengembangkan Diri Bersama di Persulungan
-
Kasus Penyekapan di Bandung, Komnas Perempuan Sebut Ada Kekerasan Berbasis Gender yang Ekstrem