/
Rabu, 16 Agustus 2023 | 12:31 WIB
Bakal calon presiden (capres) Anies Baswedan, berkomentar mengenai seragam yang akan digunakan pada masa kampanye pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang. (dok. Anies)

Pengamat politik Rocky Gerung menilai calon presiden (capres) Koalisi Perubahan Anies Baswedan berpeluang membentuk kubu baru bersama dengan PDI Perjuangan untuk bertarung melawan Presiden Joko Widodo.

Alasannya, Anies dianggap sebagai antitesis dari Jokowi. PDIP melihat ini sebagai kesempatan bertarung bersama Anies untuk menghadapi Jokowi yang akan menggandeng capres Prabowo Subianto.

"Anies dianggap sebagai memusuhi Jokowi tuh, jadi kalau PDIP memusuhi Jokowi pasti Anies akan bergabung dengan PDIP atau sebaliknya PDIP bergabung dengan Anies," kata Rocky di kanal YouTube pribadinya, dikutip Liberte Suara, Rabu (16/8/2023).

Rocky melanjutkan, Prabowo dipastikan pihak yang akan melanjutkan program Jokowi sehingga berseberangan dengan perubahan yang digaungkan kubu Anies.

"Sehingga terjadi dua blok, blok perubahan dan blok yang masih ingin meneruskan, jadi kira-kira itu, jadi gampang buat publik melihat bahwa memang pada akhirnya Indonesia mengalami komplikasi," jelas Rocky.

Komplikasi itu, sambungnya, akan menguntungkan lantaran pemilihan presiden (pilpres) 2024 akan lebih sederhana. Masyarakat jadi lebih mudah karena hanya perlu memilih dua pasangan calon (paslon).

"Tapi komplikasi itu justru menguntungkan karena terjadi dua blok aja itu, terjadi penyederhanaan secara 'alamiah' sebetulnya penyederhanaan soal taktik aja, jadi Pemilu nanti hanya akan dua itu ya nyoblos perubahan atau nyoblos keberlanjutan, kan gampang itu," pungkas Rocky.

Load More