Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi peringatan keras pada pemilik usaha pabrik agar mematuhi aturan soal pengendalian dampak polusi. Jokowi mengatakan perusahaan yang melanggar bisa dikenai sanksi penutupan.
Jokowi menyebut terkait dengan penanganan dampak polusi pabrik atau industri harus memasang alat pengendali polusi udara. Jokowi menambahkan untuk mengatasi polusi di wilayah Jabodetabek harus dilakukan dengan berbagai Upaya.
Sejumlah kebijakan diambil pemerintah mulai melakukan dari pemberlakuan kerja dari rumah hingga himbauan warga menggunakan transportasi umum. “Sanksi pasti. Dan bisa ditutup. Kalau tidak mau memperbaiki , tidak pasang scrubber kita akan tegas. Karena harga kesehatan yang harus kita bayar sangat mahal sekali,”tegas dia.
Sebelumnya Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), telah menjatuhkan sanksi kepada 11 entitas bisnis penyebab pencemaran udara. Mereka diantaranya pile batu bara (penyimpanan batu bara), peleburan logam, pabrik kertas, dan pabrik arang.
KLHK sebelumnya telah menurunkan 100 anggota tim untuk mengecek berbagai sumber pencemaran udara. Terdapat 161 entitas bisnis yang diperiksa di enam titik lokasi yang dekat dengan pengamatan peralatan milik kementrian tersebut.
“Yang sudah dilakukan sampai 24 Agustus dan dikenai sanksi administrasi yaitu 11. Kami lakukan langkah-langkah ini 4-5 minggu ke depan,”Ucap Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
Terkini
-
Bansos Macet & Urban Farming Mati Suri, DPRD DKI Jakarta: Sistem Distribusi Pangan Harus Dirombak
-
3 Rekomendasi HP RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan April 2026: Murah dan Siap Multitasking Tanpa Hambatan
-
Hanum, Skripsi dan Anxiety-nya
-
5 Rekomendasi Smart TV 43 Inci 4K Termurah, Visual Jernih dan Hemat Listrik
-
DPR Usul Pembelian Gas 3 Kg Pakai Sidik Jari atau Retina, Ini Tujuannya
-
Sempat Diadang Warga Lenteng Agung, TNI AD: Itu Penertiban Aset Negara, Bukan Sengketa Lahan
-
Trump Ancam Hancurkan Iran, Tak Peduli Hukum Internasional Dilanggar
-
Daftar Bansos Cair April 2026: Segini Besaran Bantuan PKH, BPNT dan PIP
-
Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas
-
Menghidupkan Kembali Pasar Tradisional di Tengah Gemerlapnya Belanja Online