Advokat dan Pakar Politik Perundang-undangan 2Indos Khalid Akbar menanggapi dinamika di internal Koalisi Perubahan. Ini terkait dengan perkembangan isu pengkhiantan yang dilakukan oleh Anies Baswedan ke Partai Demokrat.
Hal ini dinilainya wajar, dinamika perpolitikan tak bisa ditebak maupun diatur begitu saja. Ini terlihat dari sejumlah manuver politik misal paling awal adalah pencalonan dari Anies Baswedan. Ia bukanlah kader partai namun ia tetap diangkat menjadi calon presiden dari Koalisi Perubahan.
"Dalam politik, khususnya untuk pemenangan Bakal Calon Presiden tentu segalanya mesti diukur dan terukur, bukan berarti Calon Wakil Presiden mesti diambil dari Kader Partai yang tergabung Koalisi Partai," ungkapnya, dilansir pada Minggu (3/9).
"Faktanya, Calon Presiden Anies Baswedan itu kan tidak berasal dari Kader Partai Politik manapun. Walaupun AHY seringkali mengungguli Cak Imin dalam Elektabilitas pada lembaga-lembaga tetapi itu bukan satu-satunya alat ukur dalam menentukan cawapres bagi Koalisi Pendukung Anies Baswedan untuk menduduki kursi RI 1," jelasnya.
Partai Nasdem sebagai bagian penting dari Koalisi Pemerintah Jokowi, berani mengambil langkah politik yang tak biasa. Dengan menjadi pendukung pertama dan pengusung utama dari Anies Baswedan untuk mengikuti kompetisi dan memenangkan Pilpres 2024. Dengan ini sudah dilihat tak ada yang pasti dalam politik.
"Bisa saja kan, yang mendaftar di KPU nanti sebagai Cawapres Anies Baswedan bukanlah Cak Imin yang saat ini baru saja digadang-gadang mendampingi Anies Baswedan," ungkitnya.
"Bermungkinan juga, koalisi Anies Baswedan yang telah diceraikan oleh Partai Demokrat tersebut secara radikal, mendaftarkan Gibran Rangkabuming yang memiliki elektabilitas Cawapres Teratas oleh lembaga-lembaga survei pada akhir-akhir ini sebagai bakal calon Wakil Presiden yang mendampingi Anies Baswedan di KPU nantinya," jelasnya.
Menurut Khalid, sebelum sampai ke batas akhir pendaftaran pasangan calon presiden dan calon wakil presiden pada 13 September 2023, perubahan koalisi ataupun masuknya partai-partai baru dalam koalisi sah saja dan tidak melanggar hukum.
"Dengan permasalahan partai politik yang gemar keluar masuk. Harusnya DPR RI kedepan, mengatur Koalisi Partai Politik ini secara terperinci dan tidak asal-asalan di dalam Undang-Undang, agar kedepannya Partai Politik yang sudah menyatakan berkoalisi dengan menunjukkan Piagam Kesepakatan Bersama ke seluruh rakyat Indonesia. Tidak keluar dari Koalisi karena hasrat kekuasaan kader partainya tidak diakomodir oleh koalisi," tuturnya.
"Komitmen Politik bisa saja berubah, jadi tidak perlu dibesar-besarkan dan didramatisir. Jika ada perbedaan pendapat yang berujung pada pecahnya Koalisi," tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Data Gempa Terbaru Gunung Awu yang Bikin Badan Geologi Khawatir
-
REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
-
Dari Surabaya ke Makassar, Cast Pelangi di Mars Sapa Langsung Penonton dengan Hangat
-
Cari Tablet Murah yang Bisa Telepon? 4 Rekomendasi Tablet dengan SIM Card 2026 yang Layak Dipinang
-
HP Murah Redmi 15A 5G Rilis Akhir Maret: Usung Chip Mumpuni dan Baterai Jumbo
-
Mentan: Stok dan Harga Pangan Stabil saat Lebaran
-
Libur Lebaran 2026: Ragunan Diserbu Wisatawan, Targetkan 400 Ribu Pengunjung
-
Misi Mencari Cuan Jalur Langit: Cek Shio-mu, Siapa Tahu Takdirmu Jadi Miliarder Setelah Opor Habis
-
Quartararo Abaikan Hasil MotoGP Brasil, Salip Marc Marquez Lebih Penting di Tengah Masa Sulit
-
Eddy Soeparno: WFH Setelah Lebaran Bisa Pangkas Konsumsi BBM Secara Signifikan