- Dua warga Singapura yang berasal dari kapal MV Hondius kini menjalani isolasi dan tes kesehatan di NCID.
- Mereka diduga terpapar virus Andes setelah satu penerbangan dengan penumpang lain yang positif terinfeksi hantavirus tersebut.
- Otoritas Singapura melakukan observasi ketat dan pelacakan kontak guna mengantisipasi penyebaran virus dari klaster kapal pesiar.
Suara.com - Dua warga Singapura yang sempat berada di kapal pesiar MV Hondius kini diisolasi di National Centre for Infectious Diseases atau NCID.
Otoritas kesehatan Singapura menyatakan keduanya sedang menjalani tes untuk memastikan ada atau tidaknya infeksi virus Andes.
Communicable Diseases Agency atau CDA mengungkapkan pihaknya menerima laporan terkait kedua penumpang itu pada 4 dan 5 Mei.
Dilansir dari The Straits Times, hasil pemeriksaan laboratorium hingga kini masih menunggu proses penyelesaian.
Salah satu pasien merupakan pria Singapura berusia 67 tahun yang tiba di negaranya pada 2 Mei.
Sementara satu lainnya adalah permanent resident Singapura berusia 65 tahun yang kembali pada 6 Mei.
Keduanya diketahui berada di atas MV Hondius sejak kapal itu berangkat dari pelabuhan Ushuaia di Argentina pada 1 April.
Mereka juga dilaporkan sempat berada dalam penerbangan yang sama dengan salah satu penumpang yang telah dikonfirmasi positif hantavirus.
Penumpang tersebut kemudian meninggal dunia di Afrika Selatan dan tidak pernah masuk ke Singapura.
Baca Juga: Berada di MV Hondius, Youtuber Ruhi Cenet Bongkar Fakta Ngeri saat Hantavirus Tewaskan 3 Orang
CDA menyebut salah satu warga Singapura hanya mengalami gejala ringan berupa pilek, sementara satu lainnya tidak menunjukkan gejala apa pun.
Jika hasil tes keduanya negatif, mereka tetap harus menjalani karantina selama 30 hari sejak paparan terakhir.
Setelah itu, pemantauan kesehatan jarak jauh akan dilanjutkan hingga total masa observasi mencapai 45 hari.
“Sebagian besar kasus hantavirus diperkirakan menunjukkan gejala dalam periode tersebut,” jelas CDA.
Namun bila hasil tes menunjukkan positif, pasien akan tetap dirawat di rumah sakit untuk pemantauan intensif karena infeksi hantavirus dapat berkembang menjadi kondisi serius hingga mengancam nyawa.
Otoritas kesehatan Singapura juga menegaskan pelacakan kontak akan dilakukan terhadap orang-orang yang sempat berinteraksi dekat dengan kedua pasien selama masa potensi penularan.
Berita Terkait
-
Berada di MV Hondius, Youtuber Ruhi Cenet Bongkar Fakta Ngeri saat Hantavirus Tewaskan 3 Orang
-
Skenario Jahat Zionis Israel Terkuak! Ciptakan Krisis Malnutrisi di Gaza
-
Hantavirus Tewaskan 3 Orang, Bakal Jadi Pandemi? Ini Penjelasan Resmi WHO
-
The Bride Who Burned The Empire: Kisah Pemberontakan Seorang Putri
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
Terkini
-
Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI
-
Saling Dorong di Depan DPR! Polisi Paksa Padamkan Simbol 'Kematian' Pemerintah Milik Mahasiswa
-
Karangan Bunga Hitam Putih KDM di HUT Jakarta Curi Perhatian, Ketua DPRD DKI: Unik
-
DPR Bukan Tukang 'Stempel' Pemerintah! Saan Mustopa Kalim Fungsi Kontrol Parlemen Tetap Tajam
-
Parkir Cawang Tak Dilarang Total, Sudinhub: Kami Tindak yang Bandel!
-
Bukan Merendahkan, Wamenaker Ungkap Alasan Batasi Aturan Outsourcing di 4 Jenis Pekerjaan
-
Sasar 5 Provinsi, Program Lanskap Berkelanjutan Targetkan Konservasi Jutaan Hektare Kawasan
-
Muktamar PBNU dan Gertakan Cak Imin: Siapa yang Dianggap 'Main-main'?
-
Hotel Sultan Bakal Dirobohkan! Prabowo Ingin Bangun Ikon Baru Berstandar Internasional
-
OPSI Desak Pemerintah Awasi Karir Hub, Cegah Perusahaan Manipulasi Loker Demi KPI HRD