/
Senin, 04 September 2023 | 11:35 WIB
ilustrasi main media sosial (unsplash.com/Austin Distel)

Hoaks harus diantisipasi karena dapat berdampak pada pemilu yang meliputu muncul dan menguatnya polarisasi di tengah Masyarakat. Belum lagi munculnya ketidakpercayaan pada penyelenggara pemilu.

Anggota Bawaslu Herwyn JH Malonda memprediksi puncak penyebaran hoaks di media sosial akan terjadi pada Februari 2024. Hal itu melihat pada fenomena yang terjadi pada 2019 yang puncak hoaks terjadi di April menjelang tahapan pemungutan suara

“Ini yang memang kita perlu perhatikan bersama, karena terkait isu informasi negatif maka tren hoaks dan berita tidak benar ini bisa meningkat. Kalau berkaca 2019, memuncak di April 2019 ketika berakhirnya tahapan kampanye sampai menjelang pemungutan suara,”Kata Herwyn di Jakarta, kemarin.

Bahkan lanjut dia, bukan tidak mungkin hoaks itu akan meningkat dan memuncak di akhir November 2023, pada tahapan kampanye sampai pada awal Februari 2024. Ia menyampaikan berdasarkan data yang ada pada 2019, sebanyak 501 isu hoaks menyebar pada saat tersebut dan itu merupakan puncak dari penyebaran hoaks pada gelaran Pemilu 2019.

Ia menambahkan masalah itu harus diantisipasi karena dapat berdampak pada Pemilu yang meliputi muncul dan menguatnya polarisasi di tengah Masyarakat. Belum lagi munculnya ketidakpercayaan pada penyelenggara pemilu dan kemudian masyarakat menjadi tidak percaya pada hasil Pemilu yang berakhir pada kekerasan.

Tag

Load More