Tak hanya keindahan alam, Pulau Rempang juga memiliki potensi ekonomi yang tinggi. BP Batam bahkan meyakini bahwa dengan pengembangan Pulau Rempang akan memberi dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Pengembangan Pulau Rempang juga dinilai dapat meningkatkan realisasi investasi serta menjadikan Kota Batam sebagai pusat investasi di Indonesia. Akselerasi pengembangan wilayah Rempang dan ekosistem investasi wilayah Batam juga diharapkan dapat memberi dampak positif bagi perekonomian nasional.
Pulau Rempang Jadi Proyek Strategis Nasional: Rempang Eco City
Merespons berbagai potensi yang dimiliki Pulau Rempang, pemerintah akhirnya memasukkan Pulau Rempang ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Nantinya, Pulau Rempang akan dikembangkan kawasan industri, perdagangan, dan wisata dengan nama Rempang Eco City. Pembangunan kawasan industri tersebut akan digarap oleh PT Makmur Elok Graha (MEG) anak perusahaan Artha Graha.
Dengan nilai investasi mencapai Rp381 triliun pada tahun 2080, Kawasan Rempang Eco City dinilai dapat menyerap hingga 306.000 tenaga kerja. Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, sebelumnya mengatakan bahwa Pulau Rempang akan menjadi The New Engine of Indonesian’s Economic Growth dengan konsep "Green and Sustainable City". Dengan begitu, pengembangan Pulau Rempang akan memberi kemudahan koneksi antarpulau sekitar sekaligus menghadirkan zona pariwisata yang mengedepankan konservasi alam.
Dukungan dan keseriusan pemerintah dalam pembangunan Rempang Eco City juga telah disampaikan oleh Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia. Ia menegaskan bahwa rencana strategis Rempang Eco City merupakan perhatian serius bagi pemerintah pusat.
"Keterlibatan masyarakat akan maksimal. Industri di Pulau Rempang nantinya akan membuka sekitar 30.000 lapangan pekerjaan. Masyarakat Kepri, khususnya dari Pulau Rempang akan menjadi prioritas. Ini akan menjadi fokus pemerintah dalam memberikan harapan kepada generasi penerusnya," tegas Bahlil dalam kunjungannya ke Batam beberapa waktu lalu.
Komitmen senada juga disampaikan oleh Kepala BP Batam, Muhammad Rudi. Ia memastikan akan memberikan perhatian penuh kepada masyarakat dalam pengembangan kawasan Pulau Rempang. Pihaknya pun telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat dalam memastikan pengembangan kawasan Pulau Rempang dapat berjalan lancar.
"Dengan momentum pembangunan ini, saya berharap nasib masyarakat bisa berubah menjadi lebih baik," tegas Rudi.
Baca Juga: Kahiyang Ayu Tak Berhasil Lolos CPNS, Ini yang Sebenarnya Terjadi
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
BRI Perkuat UMKM Kepulauan Talaud Lewat Dedikasi Mantri BRI
-
Mantri BRI Tempuh Perjalanan Antardesa untuk Dampingi UMKM di Kepulauan Talaud
-
Venom Audio Hadirkan Head Unit Berbasis ChatGPT dan Produk Terbaru di GIIAS 2026
-
Tolak Suap Rp1 Miliar, Eks Wakapolri Oegroseno Buka-bukaan Soal Kasus Tanah Sepolwan
-
Menjangkau Pelosok Talaud, Mantri BRI Perkuat Perekonomian Masyarakat Lewat Pendampingan UMKM
-
1 Agustus Hari Apa? Ini Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional
-
WIND UP: The Movie Membuktikan Olahraga Bukan tentang Kemenangan Semata
-
3 Serum Wardah untuk Kulit Kering dan Kusam yang Cocok Dipakai Sehari-hari
-
UMKM Antre Ajukan KUR Perumahan, Kuota Dinaikkan Jadi Rp50 Triliun
-
Modus Terbongkar! Bea Cukai Gagalkan Ekspor 3,4 Ton Merkuri Disamarkan Keramik Senilai Rp17,5 Miliar