/
Kamis, 21 September 2023 | 22:10 WIB
Ganjar Pranowo (Suarajogja.id/Hiskia Andika Weadcaksana)

Bakal calon presiden (Bacapres) Ganjar Pranowo menyatakan konsep link and match kurikulum dengan perusahaan dapat mengatasi pengangguran terdidik di Indonesia. “Problem pengangguran terdidik harus diselesaikan secara komprehensif. Hal yang paling utama adalah dengan memperbaiki kualitas pendidikan,” kata Ganjar dalam acara Mata Najwa “3 Bacapres Bicara Gagasan” di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, kemarin.

Ganjar menegaskan sistem pendidikan di Indonesia harus diubah. Konsep  link and match dengan perusahaan harus dilakukan agar 100%  lulusan bisa mendapat pekerjaan. “Yang butuh mereka adalah perusahaan maka kurikulumnya harus fleksibel.  Link and match  kurikulum dengan perusahaan mutlak dilakukan agar lulusan sekolah baik SMK sampai perguruan tinggi tidak menganggur,” jelasnya.

Ganjar mencontohkan di Australia, kurikulum pendidikan mengikuti tren pekerjaan. Ketika pekerjaan yang sedang ramai adalah pekerjaan di bidang teknologi, maka kurikulum pendidikan di negara itu akan diarahkan ke sana.

“Jadi, kurikulumnya mengikuti kebutuhan pekerjaan yang ada. Tidak saklek seperti saat ini,” katanya. Ganjar mencontohkan saat dia memimpin Jawa Tengah, ia mendirikan tiga SMKN Jateng  boarding school  yang dikhususkan bagi siswa miskin.

Ganjar juga menggandeng perusahaan agar itu terlibat dalam penyusunan kurikulum dan metode pengajaran. “Itu berhasil, 100% lulusan SMKN Jateng tidak ada yang menganggur. Mereka diterima bekerja di Jepang, Korea, dan banyak negara serta perusahaan-perusahaan besar lainnya,” ungkapnya.

Tag

Load More