Suara.com - Mengemudi, mungkin satu hal biasa bagi bayak perempuan. Tetapi mengemudi saat hamil, apakah aman? Ada dua pendapat berbeda tentang hal yang satu ini.
Kelompok pertama, berpendapat menyetir sendiri adalah cara paling aman melakukan perjalanan selama kehamilan. Karena dengan mengemudi sendiri, semua ada dalam kendali mereka. Namun banyak juga yang menentang, karena secara fisik perempuan hamil kurang memungkinkan untuk mengemudi.
Untuk menentukan apakah mengemudi pada perempuan hamil aman atau tidak, baiklah kita urai satu per satu beberapa faktor berikut ini.
Tahap awal kehamilan.
Pada tahap awal kehamilan, banyak perempuan yang mengalami morning sickness, pusing atau mual. Mengemudi dalam kondisi seperti ini tentu menjadi pertarungan yang tak mudah. Jadi, Anda perlu memasukan gejala trimester pertama dalam pertimbangan sebelum masuk ke kursi pengemudi.
Usia kehamilan tahap lanjut.
Meskipun gejala morning sickness di trimester kedua dan ketiga sudah hilang, Anda akan mulai mengalami penambahan berat badan, dan dalam banyak kasus penambahan berat badan ini tergolong luar biasa. Ini akan menjadi masalah tersendiri di belakang kemudi.
Kaki bengkak.
Banyak perempuan mengalami kaki bengkak atau bahkan varises saat hamil, karena meningkatnya volume darah dalam tubuh. Jadi, jika kaki Anda bengkak atau Anda memiliki kram otot, maka mengemudi selama kehamilan bisa sangat tidak nyaman.
Tekanan darah.
Jika Anda memiliki kondisi khusus seperti tekanan darah rendah atau tinggi, disarankan untuk tidak mengemudi selama kehamilan. Jika tekanan darah Anda flutuatif, Anda perlu mencari cara lain ketika harus melakukan perjalanan selama kehamilan.
Kehamilan risiko tinggi?
Jika dokter menyebut kehamilan Anda "berisiko tinggi" maka Anda tak boleh membantah, jangan mengemudi sampai melahirkan! Risiko tinggi termasuk kondisi seperti plasenta dataran rendah, plasenta yang lemah, diabetes gestasional dan lain sebagainya.
Kurangnya pilihan.
Ketika kita menyarankan perempuan untuk berhenti mengemudi selama kehamilan, maka kita perlu melakukan cek realitas apa saja pilihan yang tersedia untuk perempuan hamil. Traveling selama kehamilan harus dilakukan sangat hati-hati. Jika transportasi umum seperti bus, kereta api dan taksi tidak menawarkan pilihan yang aman, maka mengemudi adalah pilihan yang relatif lebih aman dan nyaman untuk bepergian.
Jadi, kesimpulannya mengemudi selama kehamilan diizinkan untuk perempuan tetapi hanya pada kondisi khusus. (boldsky.com)
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Banyak Misteri di A Bona Fide Killer, 3 Hal Ini Paling Bikin Saya Penasaran
-
Target Lifting Minyak 2026 Meleset, Pemerintah Naikkan Target RAPBN 2027 Jadi 612.500 barel per hari
-
Cak Imin Titip Pesan ke Gus Kikin: Belajar dari Dinamika PBNU Lima Tahun Terakhir
-
Ramalan Shio Hari Ini 1 September 2026 Lengkap, Siapa yang Beruntung Karier dan Keuangan?
-
Target Lifting Minyak 2026 Meleset, Pemerintah Naikkan Target RAPBN 2027 Jadi 612.500 barel per hari
-
Arti Weton Tinari dalam Pernikahan, Benarkah Pertanda Rezeki Lancar?
-
KPK Ungkap Dugaan Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru Tak Hanya Terjadi di Unsoed
-
Rumah Layak Huni Dibangun di Bogor untuk Keluarga Berpenghasilan Rendah
-
Punya Rencana Keuangan Bikin Percaya Diri Melonjak Jadi 86 Persen
-
Aturan Devisa Ekspor Resmi Dilonggarkan, Pengusaha Tambang Dapat Angin Segar!