- Sensio Nexahome Indonesia resmi hadir di Jakarta memperkenalkan ekosistem smart living terintegrasi bagi hunian dan properti komersial.
- Perusahaan fokus pada empat sistem utama meliputi keamanan pintar, pencahayaan, pengendalian lingkungan, dan sistem tirai otomatis.
- Pertumbuhan kelas menengah urban adaptif menjadikan Indonesia pasar strategis bagi solusi bangunan pintar yang terintegrasi.
Suara.com - Gaya hidup masyarakat urban Indonesia terus berubah. Mobilitas tinggi, ritme kerja yang dinamis, serta meningkatnya kesadaran akan keamanan dan efisiensi energi membuat rumah tak lagi dipandang sekadar tempat beristirahat.
Hunian kini diharapkan mampu beradaptasi, memahami kebiasaan penghuninya, dan menghadirkan kenyamanan dalam satu sentuhan. Inilah yang mendorong meningkatnya minat terhadap smart home sebagai bagian dari lifestyle modern.
Melihat perkembangan tersebut, Sensio Nexahome Indonesia resmi memasuki pasar Indonesia dengan membawa konsep ekosistem smart living terintegrasi.
Dalam acara Networking Dinner di The Icon Place, Lotte Shopping Avenue, Jakarta, perusahaan ini menegaskan bahwa mereka tidak sekadar menawarkan perangkat, tetapi solusi menyeluruh untuk rumah tinggal, properti komersial, hingga komunitas.
Technical Nexahome Indonesia, Eric Wan, menyampaikan bahwa Indonesia menjadi pasar strategis karena pertumbuhan kelas menengah urban yang semakin adaptif terhadap teknologi.
“Sensio Nexahome memperkenalkan sistem pintar dengan keamanan real-time dan integrasi menyeluruh. Kami bangga menghadirkan bukan sekadar satu atau dua produk, melainkan sebuah ekosistem bangunan yang saling terhubung,” ujar Eric Wan.
Konsep ini selaras dengan tren global smart home yang bertumpu pada empat sistem utama, yakni smart security, smart lighting, pengendalian lingkungan dan peralatan rumah tangga, serta shading dan drying system.
Sistem keamanan pintar memungkinkan arming dan disarming otomatis, notifikasi alarm lokal dan jarak jauh, hingga pemantauan kamera secara real-time serta deteksi kebakaran dan kebocoran air.
Di sisi lain, smart lighting menghadirkan pencahayaan yang dapat diatur intensitasnya, terhubung dengan skenario aktivitas seperti makan malam, menonton film, atau bekerja dari rumah, lengkap dengan kontrol suara dan pengaturan waktu.
Baca Juga: Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun
Lebih jauh lagi, sistem pengendalian lingkungan menghadirkan pemantauan kualitas udara, suhu, dan kelembapan yang terintegrasi dengan pendingin ruangan maupun perangkat rumah tangga lainnya.
Pengguna juga dapat memantau statistik konsumsi listrik untuk mendukung efisiensi energi. Sementara itu, sistem shading dan drying menghadirkan tirai pintar, rak pengering pakaian otomatis, hingga kontrol nirkabel yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan harian.
Dukungan platform IoT seperti Aqara dan STAR-NET memungkinkan integrasi hingga sembilan ruang berbeda dalam hunian, lengkap dengan berbagai skenario otomatisasi.
Mulai dari entrance dengan “back home scene” dan “leaving home scene”, ruang keluarga dengan dining atau movie scene, dapur dengan monitoring gas dan kebocoran air, hingga kamar tidur anak dan lansia yang dilengkapi tombol darurat serta pemantauan tidur. Semua terhubung dalam satu kendali terpadu melalui aplikasi.
"Masyarakat modern ingin sistem yang praktis, aman, dan efisien dalam satu platform. Integrasi menjadi kunci karena kehidupan sehari-hari berlangsung di berbagai ruang dan aktivitas yang berbeda,” jelas Eric.
Ia menambahkan bahwa solusi smart living dirancang agar mudah diadaptasi dengan gaya hidup urban yang serba cepat namun tetap mengedepankan kenyamanan keluarga.
Tren work from home dan hybrid working turut mempercepat adopsi teknologi ini. Ruang kerja membutuhkan pencahayaan adaptif, suhu stabil, dan suasana kondusif.
Orang tua membutuhkan sistem keamanan yang dapat memantau anak-anak dari jarak jauh. Sementara keluarga dengan anggota lansia memerlukan tombol darurat serta monitoring yang responsif. Semua kebutuhan tersebut kini dapat diintegrasikan dalam satu ekosistem.
Didirikan pada 2025, Sensio Nexahome Indonesia menargetkan terciptanya pengalaman hidup berkelanjutan melalui riset dan pengembangan yang kuat serta layanan yang terlokalisasi.
Perusahaan ini juga fokus pada sektor smart hospitality, smart office, dan smart community, menunjukkan bahwa konsep bangunan pintar bukan lagi sekadar tren residensial, tetapi bagian dari transformasi industri properti secara menyeluruh.
Dengan positioning sebagai penyedia solusi smart living terpercaya, Sensio Nexahome Indonesia optimistis dapat menetapkan standar baru dalam pengelolaan bangunan modern di Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
Terkini
-
Rumah Tak Lagi Sekadar Tempat Tinggal: Tren Hunian Pintar Jawab Gaya Hidup Modern
-
Terpopuler: Viral Foto Lawas Sarifah Suraidah, 35 Kata-Kata Lucu Bulan Puasa
-
Tasya Farasya Minta Maaf, Disebut Memutus Rezeki Orang Usai Host 'Halo Kakak' Mundur
-
Siapa Bunga Sartika? Host Konten 'Halo Kakak' Mundur Usai Disindir Tasya Farasya
-
Gamis Kebanggaan Mertua Jadi Tren Baju Lebaran 2026, Gimana Modelnya?
-
Baju Lebaran Cheongsam versi Muslimah Ramai di Pasaran, Perpaduan Ramadan dan Imlek
-
Jadwal Imsak dan Subuh Wilayah Jakarta dan Yogyakarta Hari Ini, Minggu 1 Maret 2026
-
Sering Impulsif Saat Ramadan? Psikolog Sarankan Jeda Sebelum Bereaksi
-
Tren Beauty TikTok 2026: Dari Produk Viral ke Brand yang Bertahan
-
Dari Kajian Sampai Bazaar UMKM, Hijrahfest Ramadan 2026 "Comeback Stronger" Hadir di Jakarta