Beda lagi dengan kebiasaan orang-orang Bo di Gongxian, Cina. Masyarakat di tempat itu sudah selama 400 tahun memakamkan anggota komunitas mereka di tepian tebing bukit. Hanya di atas dua balok kayu tumpuan, mereka meletakkan peti jenazah.
7. Upacara Mane'ne di Tana Toraja, Sulawesi Selatan.
Di Tana Toraja, Sulawesi Selatan ada ritual Mane'ne, yakni pemakaman jenazah di lubang-lubang lereng bukit berbatu. Biasanya upacara pemakaman berlangsung selama berhari-hari hingga berminggu-minggu. Jasad yang dimasukkan ke dalam lubang lereng pun bisa awet selama bertahun-tahun, tanpa proses pembalseman.
8. Endokanibalisme.
Beberapa suku di Australia dan Amerika Selatan konon terbiasa mengkonsumsi jasad orang yang mati. Menurut ahli antropologi Napoleon Chagnon, komunitas Yanomamo yang ada di Amerika Selatan masih suka mengkonsumsi tulang dan abu jenazah setelah dikremasi.
9. Ritual amputasi jari ala suku Dani, Papua.
Di kalangan suku Dani, Papua, jika ada seorang anggota keluarga yang meninggal, maka anggota keluarga yang masih hidup terbiasa memotong satu jari mereka. Suku Dani percaya, ritual itu mampu mengusir roh jahat, sekaligus bentuk kesedihan atas kehilangan sanak saudara. Jari yang telah dipotong lalu dikeringkan dan dibakar. Abunya lalu disimpan di suatu tempat yang dianggap sakral.
10. Pemakaman Langit.
Banyak orang Buddha di Mongolia dan Tibet yang mempraktikkan ritual pembedahan, atau "Pemakaman Langit". Mereka biasa memotong-motong tubuh jenazah orang meninggal dan memberikannya kepada burung pemakan bangkai.
11. Tari erotis pemakaman khas Taiwan.
Beberapa komunitas di Taiwan biasa menyewa seorang penari erotis untuk menari di acara pemakaman seorang yang sudah meninggal. Ritual ini dilakukan dengan tujuan "memuaskan arwah yang gentayangan".
12. Menara Kesunyian.
Orang-orang penganut Zoroaster di Mumbai, India, meletakkan jenazah orang yang sudah meninggal di "dakhma" atau "Menara Kesunyian". Menurut ajaran mereka, jasad orang mati mencemari tanah. Maka, jika seseorang meninggal, jasad mereka akan diumpankan di "Menara Kesunyian" itu agar habis dimangsa burung pemakan bangkai.
13. Pembakaran Mayat di Varanasi, India.
Sungai Gangga sering dijadikan tempat peristirahatan terakhir bagi orang mati. Bagi orang Hindu yang punya biaya, mereka akan dibakar hingga menjadi abu dan abunya dibuang ke Sungai Gangga. Namun, bagi yang tidak mempunyai biaya untuk membayar biasa pembakaran, maka akan dimakamkan di sungai tersebut sampai membusuk.
(First to know)
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
Terkini
-
Sunscreen atau Primer Dulu? Ini Panduan Skincare dan Makeup Tahan Lama
-
Sabun Cuci Muka Apa yang Cocok untuk Kulit Berminyak? Ini 5 Pilihan dengan Klaim Kontrol Minyak
-
4 Rekomendasi Loose Powder untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat sesuai Review
-
4 Sabun Cuci Muka Wardah untuk Pori-Pori Besar Sesuai Klaim Produknya
-
Cerita Korban Little Aresha: Pernah Diikat, Dikurung di Ruang Gelap hingga Dipaksa Tidur di Lantai
-
4 Tips Mengatasi Sepatu Putih yang Menguning, Cukup Pakai Bahan Ini Bisa Kinclong Lagi
-
Energi Bersih Tak Cukup Ramah Lingkungan, Tetapi Juga Harus Bisa Dipercaya
-
Siapa Owner Parfum Scarlett? Ini Profil Pemilik Parfum Terlaris di Indonesia
-
4 Bedak Tabur Lokal Terbaik untuk Kulit Berjerawat, Ringan di Wajah dan Harga Terjangkau
-
Apakah Ukuran Sepatu Lari Harus Pas? Ini Penjelasan yang Benar