- Industri bahan bangunan di Indonesia memiliki 'sultan' baru karena hanya jualan genteng plastik.
- Dia adalah Haryanto Tjiptodihardjo, Presiden Direktur PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC).
- Haryanto memiliki jumlah kekayaan sebesar USD6,4 miliar atau setara Rp106 triliun versi Forbes.
Suara.com - Industri bahan bangunan di Indonesia memiliki 'sultan' baru. Nama Haryanto Tjiptodihardjo, Presiden Direktur PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC), kini menjadi sorotan setelah kekayaannya melonjak drastis dan berhasil menempatkan dirinya dalam daftar 10 orang terkaya di Indonesia versi berbagai lembaga pemeringkat global.
Dalam data Forbes Billionaires per hari Sabtu (4/10/2025) Haryanto memiliki jumlah kekayaan sebesar USD6,4 miliar atau setara Rp106 triliun. Jumlah ini menempatkan dirinya menjadi orang paling kaya nomor 10 di Tanah Air. Sementara ditingkat global Haryanto menempati posisi orang kaya ke 604 di dunia.
Kenaikan kekayaan Haryanto yang cepat ini menarik perhatian, menggeser sejumlah nama taipan tradisional lainnya.
Lantas, siapakah Haryanto Tjiptodihardjo dan bisnis apa yang membuat pundi-pundinya meroket?
Haryanto Tjiptodihardjo adalah sosok di balik kesuksesan PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC), sebuah perusahaan yang bergerak di bidang bahan bangunan. Perusahaan ini didirikan oleh ayahnya, Handojo, pada tahun 1981, dan kini Haryanto memimpinnya sebagai Presiden Direktur.
Lonjakan kekayaan Haryanto sebagian besar berasal dari kenaikan kinerja saham IMPC yang melesat dalam beberapa waktu terakhir, didorong oleh ekspansi perusahaan ke pasar global, termasuk akuisisi Mulford Holdings di Australia.
Impack Pratama (IMPC) bukanlah perusahaan yang bergerak di sektor teknologi digital atau tambang batu bara, melainkan fokus pada produksi dan distribusi bahan dan produk bangunan dari plastik.
IMPC dikenal sebagai pemasok solusi lengkap untuk kebutuhan konstruksi, khususnya yang berbahan polimer dan plastik. Produk-produk utama yang membuat Impack Pratama merajai pasar antara lain:
- Atap dan Cladding: Mereka sangat dikenal dengan merek atap premium seperti Alderon, Twinlite® (atap polycarbonate multi-dinding), dan SolarTuff (atap transparan).
- Lantai: Menjual berbagai jenis lantai, termasuk lantai vinyl premium.
- Sealant & Adhesive: Produk perekat dan penutup.
- Pipa: Memproduksi pipa uPVC seperti Alderon Pipa.
- Panel Komposit: Menyediakan Aluminum Composite Panel (ACP) seperti DECOBOND dan ALCOTUFF yang digunakan untuk eksterior dan interior bangunan modern.
Baca Juga: Profil PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE), Ini Sosok Pemiliknya
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Usia 50 Tahun ke Atas
- Ini 4 Smartphone Paling Diburu di Awal Januari 2026
- 5 Sepatu Nike Diskon hingga 40% di Sneakers Dept, Kualitas Bagus Harga Miring
- 5 Tablet dengan SIM Card Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking Anti Ribet
- Beda dengan Inara Rusli, Wardatina Mawa Tolak Lepas Cadar Demi Uang
Pilihan
-
UMP Minim, Biaya Pendidikan Tinggi, Warga Jogja Hanya jadi Penonton Kemeriahan Pariwisata
-
Cek Fakta: Video Rapat DPRD Jabar Bahas Vasektomi Jadi Syarat Bansos, Ini Faktanya
-
Dipecat Manchester United, Begini Statistik Ruben Amorim di Old Trafford
-
Platform Kripto Indodax Jebol, Duit Nasabah Rp600 Juta Hilang Hingga OJK Bertindak
-
4 HP RAM 12 GB Paling Murah Januari 2026, Pilihan Terbaik untuk Gaming dan Multitasking
Terkini
-
Pertamina EP Temukan Sumber Minyak Baru di Sumsel, Segini Potensinya
-
Lowongan Kerja Hotel Trans, Ini Jadwal Walk-In Interview Januari 2026
-
Profil Mukhtara Air, Maskapai Baru dari Madinah Arab Saudi
-
Daya Beli Masyarakat Turun, Menkeu Purbaya Pede Pertumbuhan Capai 5,2 Persen
-
Kemenperin Siapkan Skema Pemulihan IKM Terdampak Bencana di Sumatera dan Aceh
-
IHSG Dua Hari Melejit Hingga Tembus Level 8.900, Apa Pemicunya?
-
Kemenkeu Klaim Ekonomi Indonesia Akhir 2025 Tetap Tangguh, Ini Buktinya
-
Emiten Jual Beli Besi Kapal Bekas (OPMS) Berencana Tambah 16 Lini Usaha Baru
-
Harga Saham DEWA Meroket Hari Ini, Ternyata Ini Penyebabnya
-
Kemenhub Bekukan Izin Operasional Cahaya Trans Buntut Kecelakaan Maut di Exit Tol Krapyak