Suara.com - Kini banyak orang menyarankan untuk menunda pernikahan. Menikah disebut perlu persiapan tak hanya materi tetapi juga kematangan psikologis. Lebih awal memulai hidup bersama seseorang menjadi sesuatu yang menantang baik bagi laki-laki maupun perempuan. Itu sebabnya orang menyarankan untuk menunda pernikahan.
Tapi sebenarnya, menikah muda juga memiliki sederet keuntungan, seperti memiliki kehidupan seks yang lebih sehat, lebih awal belajar hal praktis dalam hidup, lebih cepat memiliki keturunan.
Berikut beberapa keuntungan menikah di usia muda:
Cepat beradaptasi.
Orang-orang muda lebih cepat beradaptasi pada perubahan lingkungan karena lebih mudah bagi mereka untuk menghentikan kebiasaan buruk dibandingkan dengan orang-orang yang lebih tua.
Lebih subur.
Setelah melewati usia 35 tahun, kesuburan seseorang akan berkurang. Perempuan yang hamil setelah usia ini lebih berisiko menghadapi berbagai masalah kehamilan. Oleh karena itu, menikah dini menyelamatkan Anda dari masalah ini.
Waktu lebih panjang.
Ketika memutuskan menikah muda, itu berarti Anda memiliki waktu yang lebih panjang untuk dihabiskan bersama pasangan. Pembenahan untuk pernikahan muda juga membantu Anda lebih baik mengenal keluarga pasangan Anda.
Kesempatan untuk mewujudkan mimpi.
Orang-orang berpikir bahwa pernikahan akan menghentikan mimpi seseorang. Anggapan ini tak sepenuhnya benar, karena ketika seseorang menemukan pasangan yang tepat, yakni orang yang mengerti kebutuhan dan tujuan pasangannya, ini justru akan membuat kehidupan menjadi lebih baik. Jadi jika merasa sudah menemukan orang yang tepat, menikahlah lebih awal.
Lebih banyak waktu untuk bercinta.
Ini adalah salah satu keuntungan utama menikah muda. Usia 20an adalah usia di mana seseorang sedang berada dalam puncak gairah dan energi. Ini kesempatan untuk bersenang-senang dengan pasangan. Dan dengan tidak berganti pasangan, juga membuat kehidupan seks Anda lebih sehat.
Awet muda tapi lebih dewasa.
Ya, ketika Anda menikah muda pada usia dini, orang akan memuji penampilan Anda. Tapi menikah muda juga memunculkan tanggung jawab, yang akan menghasilkan kematangan dalam diri Anda.
Menjadi orangtua yang energik.
Memiliki anak sejak usia muda akan memberikan kesempatan lebih lama dan lebih intens dalam membesarkan putra-putri Anda. Usia muda akan membuat Anda menjadi orang tua yang energik, yang tak segan mengenalkan dunia luas pada anak Anda. (boldsky.com)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
Terkini
-
Biodata dan Agama Edo Borne, Suami Hesti Purwadinata Dapat Ancaman Usai Dukung Aurelie Moeremans
-
5 Sepatu Lari Lokal Terbaik di 2026, Sensasi Jutaan Harga Ramah UMR
-
Moisturizer Apa yang Bikin Cerah? Ini 7 Pilihan Terbaik buat Wajah Kamu
-
Bikin Pembaca Kesal, Siapa Sosok Kelly di Buku Broken Strings Aurelie Moeremans?
-
7 Sandal Pijat Kesehatan untuk Orang Tua, Mulai Rp20 Ribuan Bisa Lancarkan Aliran Darah
-
Mahfud MD Jamin Lolos, Kenapa Stand Up Mens Rea Pandji Pragiwaksono Sulit Dijerat KUHP Baru?
-
4 Essence Lokal Mirip SK-II Versi Lebih Murah, Anti Aging Agar Kulit Halus dan Kencang
-
Siapa Nama Asli Roby Tremonti? Diduga Ganti Nama Demi Mirip dengan Gitaris Alter Bridge
-
Ini Deretan Sinetron Aurelie Moeremans, Awal Mula Bertemu Tokoh yang Disebut di Broken Strings?
-
Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans