Lifestyle / Komunitas
Sabtu, 28 Februari 2026 | 09:03 WIB
Ilustrasi Olahraga Ringan saat Puasa (Unsplash/Nathan Nuyda)
Baca 10 detik
  • Olahraga ringan saat puasa bantu jaga stamina dan berat badan ideal.
  • Pilih waktu menjelang berbuka atau setelah tarawih untuk hindari dehidrasi.
  • Lakukan 6 olahraga ringan seperti yoga, jalan kaki, dan bersepeda santai.

Suara.com - Menjalani puasa Ramadan tidak berarti harus berhenti berolahraga. Justru, aktivitas fisik ringan bisa membantu menjaga stamina, mengurangi stres, dan menjaga berat badan tetap ideal.

Pilih waktu yang tepat seperti menjelang berbuka puasa, setelah tarawih, atau sebelum sahur, serta hindari olahraga berat yang bisa membuat dehidrasi.

Dengan pendekatan yang bijak, olahraga ringan saat puasa bisa menjadi rutinitas menyenangkan. Pastikan untuk mendengarkan tubuh dan minum cukup air saat berbuka.

Berikut 6 olahraga ringan yang direkomendasikan.

1. Berjalan Kaki

Aktivitas sederhana ini bisa dilakukan di sekitar rumah atau taman selama 20-30 menit setiap hari menjelang buka puasa.

Berjalan kaki membantu meningkatkan sirkulasi darah, membakar kalori secara perlahan, dan menjaga mood tetap positif tanpa menguras energi berlebih, sehingga cocok untuk menjaga kebugaran selama puasa.

Ilustrasi Yoga (unsplash/kyle garrett)

2. Yoga

Fokus pada pernapasan dan peregangan lembut, yoga membantu relaksasi dan fleksibilitas tubuh. Pilih sesi pendek di pagi hari, seperti pose sederhana seperti child's pose atau downward dog, yang bisa mengurangi ketegangan otot dan meningkatkan konsentrasi, tanpa membuat tubuh kelelahan atau haus.

Baca Juga: Mandi Wajib Setelah Subuh Bikin Puasa Tidak Sah? Ternyata Begini Faktanya

3. Sepeda Santai

Nikmati angin segar sambil bersepeda pelan di lingkungan sekitar selama 15-20 menit. Olahraga ini efektif membakar kalori, memperkuat otot kaki, dan meningkatkan kesehatan jantung, ideal dilakukan sore menjelang buka puasa karena tidak memerlukan intensitas tinggi yang bisa memicu dehidrasi.

4. Stretching

Gerakan peregangan sederhana seperti memutar leher, meregangkan kaki, atau shoulder rolls bisa dilakukan di mana saja hanya dalam 10-15 menit.

Peregangan itu dapat membantu mengurangi ketegangan otot akibat puasa, meningkatkan aliran darah, dan mencegah cedera, sambil menjaga tubuh tetap lentur tanpa usaha ekstra.

5. Pilates

Olahraga ini menekankan kekuatan inti tubuh dengan gerakan lambat seperti leg circles atau pelvic tilts.

Cocok untuk pemula, pilates meningkatkan postur, memperkuat perut dan punggung, membuatnya aman dan efektif untuk menjaga keseimbangan selama bulan puasa.

6. Berenang

Jika akses ke kolam renang tersedia, berenang pelan bisa menyegarkan tubuh. Hindari sesi panjang agar tidak kehilangan cairan berlebih, dan lakukan menjelang buka puasa atau waktu malam hari.

Untuk olahraga saat puasa yang aman, ikuti tips ini:

1. Mulai dengan pemanasan singkat untuk menghindari cedera.
2. Pilih intensitas rendah agar tidak kehilangan cairan berlebih.
3. Konsumsi makanan bergizi saat sahur seperti karbohidrat kompleks dan protein untuk energi berkelanjutan.
4. Istirahat jika merasa pusing atau lemas.
5. Sesuaikan durasi olahraga berdasarkan kondisi tubuh, idealnya tidak lebih dari 30 menit per sesi.

Dengan olahraga ringan, puasa tetap produktif dan sehat. Ingat, konsultasikan dengan dokter jika memiliki kondisi kesehatan khusus.

Load More