Suara.com - Kembali ke alam, kini sedang menjadi tren. Tren itu juga merasuk dalam perawatan tubuh, termasuk sabun mandi. Dan, tahu nggak kalau ada produk sabun asal Indonesia yang makin mendapat tempat di hati para 'environmentalis' dunia.
Dua sabun itu adalah Keyra sabun herbal dari Surabaya, dan Sensantia Botanical dari Bali. Keduanya mengadopsi filosofi penghormatan kepada alam, sehingga produknya tidak mengandung pengawet, pewangi maupun pewarna.
Baiklah kita bahas yang pertama yakni Keyra. Salah satu variannya "Red rice bran"berkhasiat membuat kulit lebih cerah dan bercahaya. Ada empat varian lain selain yang satu ini (blackseed, madu, delima, dan kulit manggis), dan semua dibuat tanpa bahan pengawet, deterjen, atau pewarna.
Di belakang kemasannya disebutkan menggunakan bahan minyak kelapa, minyak sawit, minyak zaitun, natrium hidroksida, ekstrak bekatul merah, dan aroma.
"Sabun khusus ini kaya minyak, tapi saya bertanya dengan kata "aroma." Kata "aroma" dalam daftar bahan, kemungkinan besar berarti "pewangi buatan". Tapi karena Keyra menempel filsafat "alami", aku menyilangkan jari dan berharap bahwa "aroma" hanya berarti minyak wangi alami," tulis female daily.
Berikutnya, adalah sabun batangan "Sensatia Botanicals". Produsennya menyebutkan bahwa tujuan pengembangan produknya adalah untuk selalu menggunakan bahan segar, alami, bahan dasar yang mungkin Anda temukan di ibu dapur Anda.
Sabun buatan tangan di Bali ini dijual di seluruh dunia, situs mereka menawarkan pilihan bahasa dalam bahasa Inggris, Rusia, Jepang, dan Mandarin. Namun harga yang ditawarkan bisa dibilang sangat wajar.
Variannya, Tea tree & yellow clay membantu melawan infeksi dari semua jenis dan membantu membersihkan kulit. Sementara, tanah liat kuning, berfungsi mengangkat kotoran dari kulit dan melancarkan sirkulasi darah.
Bahan-bahan yang digunakan adalah minyak kelapa, air, minyak kelapa sawit, natrium hyrdroxide, cocoa butter biji, minyak pohon teh, minyak kacang kukui, kaolin, tanah liat kuning.
Label kedaluwarsanya menunjukkan bahwa produk ini mudah rusak karena menggunakan bahan alami. Aroma sabun ini cukup tajam, seperti antibakteri. Tapi tak terlalu mengganggu kok. Jadi Anda para pencinta lingkungan, dua pilihan ini menjadi alternatif pilihan. (femaledaily)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
5 Tablet Rp2 Jutaan yang Support Keyboard Bluetooth, Cocok Buat Ngerjain Tugas
-
Gaya Kepelatihan Berkelas Eropa! Alasan Mengejutkan John Herdman Nonton Timnas dari Tribun Penonton
-
Musda Golkar Sumsel Dibuka Ketum Bahlil, Perebutan Kursi Ketua Mengarah ke Andie DInialdie?
-
8 Tips Memilih Mobil Bekas yang Kondisi Mesin Masih Bagus, Jangan Asal Tergiur Murah
-
Win Metawin Cerita Momen Nonton Piala Dunia di Fan Meeting Jakarta, Kini Ingin Bawa Keluarga ke Bali
-
Kemenpar Buka Suara soal Polemik Foto Baju Kurung di Situs Indonesia.travel
-
YouTube Ditegur Kemkomdigi: Promosi Rokok Elektronik di Live Streaming Merupakan Pelanggaran Serius
-
Bonceng Tiga dan Bawa Celurit, Tiga Pemuda Diduga Jambret Diciduk Polisi
-
Tumbuh Tanpa Kehilangan Akar: Desa Kemiren dan Jalan Panjang Merawat Budaya Osing
-
AMORA Special Offer dari BRI, Nasabah Bisa Raih Reward Tunai hingga 12 Persen