Suara.com - Sampo dan kondisioner, disebutkan diproduksi untuk perawatan rambut sehingga menjadi lebih indah. Namun ternyata tak semua klaim itu terbukti benar. Banyak produk kecantikan rambut yang justru menyebabkan kerusakan. Sehingga belakangan ini muncul gerakan 'tanpa sampo' di beberapa negara termasuk di Inggris.
Salah seorang aktivis gerakan "tanpa sampo" Lucy Aitken Read baru-baru ini merilis bukunya "Happy Hair: Happy Hair: The definitive guide to giving up shampoo". Buku ini mengisahkan apa yang dialaminya setelah meninggalkan sampo selama dua tahun terakhir. Dan dia mengaku rambut pirangnya makin berkilau sempurna.
Aitken, yang kini berusia 32tahun memutuskan meninggalkan sampo karena ingin memiliki rambut yang bagus. Motivasi datang setelah ia membaca sebuah hasil penelitian yang menyebut perempuan menempatkan 515 bahan kimia di tubuh mereka sehari-hari. "Awalnya saya pikir 'Ha! Mereka tidak meneliti saya! Lalu saya melihat bagian belakang botol sampo dan menyadari ada banyak bahan kimia yang tidak saya kenali," ujarnya.
Pikiran masuk ke zona bebas bahan kimia memang menarik, tetapi bagaimana jika rambut menjadi lepek, berminyak, bau kunci? "Kita begitu terbiasa dengan wangi parfum, tanpa sampo rambut saya jadi bau seperti manusia!" ujarnya.
Awalnya Aitken tak tahan dengan rambutnya yang jadi berminyak, dan ia mulai ragu akan kuat bertahan berapa lama untuk tidak menggunakan sampo. Tapi ia segera menyadari ini hanyalah proses untuk kembali ke keseimbangan alami. Di mana kulit kepala menghasilkan minyak yang cukup untuk menjaga agar rambut tetap lembut dan halus tanpa minyak.
Karena ia tahu minyak yang dihasilkan oleh kulit kepala jauh lebih efektif menjalankan fungsi yang selama ini diambil alih 'sampo dan kondisioner' untuk menjaga batang rambut bersih, halus dan terlindungi. Sehingga meninggalkan sampo, akan menghasilkan rambut sehat yang lebih kuat, lebih tebal dan lebih lengkap karena kurang rusak dari rambut keramas.
Namun untuk itu Aitken harus menunggu beberapa minggu. Ia sempat putus asa' dan menggunakan minyak esensial. Namun ia masih mencoba menghindari bahan kimia dengan harapan rambutnya akan menyeimbangkan diri dengan cepat.Dan akhirnya Aitken kekeuh dengan niatnya, dan kini setelah dua tahun tidak menggunakan sampo ia mengenal sejumlah bahan alami yang bisa dijadikan alternatif untuk keramas.
"Saya keramas setiap tiga sampai empat hari, dan setiap 10 sampai 14 hari sekali saya biasa mengusapkan telur atau soda bikarbonat untuk rambut saya," jelasnya. (telegraph.co.uk)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
5 Sepatu Running Sekelas Asics Novablast Versi Murah, Cushion Nyaman dan Empuk
-
Urutan Hair Care untuk Menghilangkan Uban Usia 40 Tahun ke Atas
-
Terpopuler: Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans hingga Sepatu Jalan Kaki Terbaik
-
Desa Snack: Saat Cerita Desa Menjadi Kekuatan Komunitas Online
-
Kapan Batas Akhir Bayar Utang Puasa Ramadan 2025, Simak Jadwalnya untuk Umat Muslim!
-
5 Salep Apotek untuk Pudarkan Keloid, Cocok untuk Bekas Luka Pascaoperasi
-
3 Lipstik Viva Mulai Rp18 Ribuan untuk Wanita Usia 40-an, Bikin Wajah Tampak Awet Muda
-
3 Rekomendasi Susu Khusus untuk Pasien Kanker, Harga di Bawah Rp100 Ribu
-
4 Sabun Cuci Muka untuk Membantu Mengencangkan Kulit Usia 40 Tahun ke Atas
-
Mengenal Susu Peptibren untuk Pasien Stroke, Lengkap dengan Cara Penyajian yang Benar