Suara.com - Data yang dirilis pekan lalu, menyebut hampir 20 persen atau hampir 42 juta orang dewasa di Amerika Serikat (AS) tak pernah menikah. Data ini menunjukkan adanya perubahan dalam demografi dan nilai sosial di kalangan warga AS.
Dijelaskan pada tahun 2012, 23 persen laki-laki dan 17 persen perempuan berusia 25 tahun atau lebih tidak pernah menikah. Sementara pada 1960, hanya 10 persen laki-laki dan 8 persen perempuan di usia yang sama yang tidak menikah.
Meningkatnya jumlah warga yang tak menikah disebabkan berbagai alasan, termasuk menunda usia perkawinan atau banyak orang memilih untuk tinggal bersama. Banyak dari mereka yang memilih untuk mengadopsi anak.
"Pergeseran sikap publik, krisis ekonomi dan perubahan pola demografi berkontribusi terhadap meningkatnya jumlah orang dewasa yang memutuskan untuk tidak menikah," sebut laporan Pew Research.
Tren tidak menikah banyak berkembang di antara penduduk berkulit hitam. Laporan itu menyebut, pada 2012 36 persen orang dewasa berkulit hitam tidak menikah. Angka ini meningkat empat kali lipat dibanding tahun 1960. Sementara di kalangan penduduk berkulit putih angkanya mencapai 16 persen, dan hispanik 26 persen.
Pew menyebut persentase orang dewasa yang tidak pernah menikah meningkat sejak tahun 1980, menyusul makin tipisnya kesenjangan pendapatan antara laki-laki dan perempuan.
Laporan itu mengungkap rata-rata upah per jam untuk laki-laki berusia 25 sampai 34 tahun telah turun seperlima dibandingkan periode yang sama. Partisipasi laki-laki muda dalam angkatan kerja juga terus turun sejak tahun 1960.
Ingin menikah
Apakah orang-orang ini memutuskan tidak menikah untuk selamanya? Ternyata tidak, karena sekitar 53 persen di antara mereka mengatakan ingin menikah pada akhirnya. Namun angka ini turun dari 61 persen menurut hasil survei pada 2010.
Bagaimana mereka akan mencari pasangan? Laki-laki dan perempuan memiliki perspektif yang berbeda dalam mencari pasangan potensial. Di antara perempuan yang tidak pernah menikah, 78 persen mengatakan pasangan dengan pekerjaan tetap sangat penting.
Sedangkan 70 persen laki-laki, melihat pandangan yang sama tentang kehidupan dan membesarkan anak-anak lebih penting daripada menemukan seseorang dengan pekerjaan tetap. (Reuters)
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Bolehkah Pakai Sabun Cuci Muka Exfoliating Cleanser Setiap Hari?
-
Silsilah Keluarga Hasbi Jayabaya, Penerus 'Dinasti' Bupati Lebak Sindir Masa Lalu Wakilnya Eks Napi
-
Tasya Farasya Ungkap Alasan Pakai Baju Kuning saat Sidang Cerai, Awalnya Siapkan Abu-Abu
-
Link Download Kalender April 2026 PDF Gratis, Lengkap dengan Pasaran Jawa
-
7 Parfum Lokal Aroma Powdery yang Tahan Lama, Wangi Lembut Elegan Seharian
-
5 Parfum Aroma Buah Tahan Lama untuk Tampil Segar Seharian
-
3 Shio yang Diprediksi Paling Beruntung Selama April 2026, Kamu Termasuk?
-
Kapan Sebaiknya Ganti Sepatu Lari Baru? Ini 3 Rekomendasi yang Paling Awet
-
Tren Hojicha Masuk Indonesia, CHAGEE Sajikan Menu Baru Hingga Merchandise Spesial
-
Apa Itu Nonchalant? Mengenal Arti Istilah Viral di TikTok Lengkap dengan Contoh Kalimat