Suara.com - Selain tradisi karapan sapi, Warga Madura, Jawa Timur juga memiliki tradisi sapi sonok. Jika di karapan sapi, sapi dilombakan karena kecepatan larinya, maka di sapi sonok yang dikedepankan adalah seni.
Binatang berkaki empat ini dinilai berdasarkan kesehatan, kecantikan penampilan fisik dan kepiawaian mereka menari. Ya oleh pemiliknya, sapi-sapi sonok ini begitu dimanja. Sapi-sapi cantik itu hanya dirawat layaknya manusia, tetapi juga dilatih mengikuti irama musik tertentu untuk mengiringi langkah kaki mereka. Saat mengikuti kontes, sapi-sapi ini dirias secantik mungkin.
Dan kontes sapi sonok (sapi cantik) ini kembali digelar Sabtu (18/10/2014), di Stadion Pamekasan, Madura sebagai bagian dari rangkaian kegiatan HUT Ke-69 Pemerintah provinsi Jawa Timur..
"Kami berharap kegiatan budaya seperti ini akan bisa menjadi destinasi tujuan pariwisata Madura," kata Ashar, Asisten Pemprov Jawa Timur Bidang Kesejahteraan Masyarakat Ashar saat membuka kontes "sapi sonok" se-Madura.
Pengibaran bendera merah, dengan iringan irama gending Puspowarno menandai dimulainya kontes sapi sonok ini. Pasangan sapi "Titisan Air Mata" dari Pamekasan, sapi "Putri Kencono Wungu" dari Sumenep dan pasangan sapi "Bintang Sampoerna" dari Sampang mendapatkan kesempatan pertama dalam kontes kecantikan sapi itu.
Menurut Kepala Bakorwil Djonatan Judianto kontes "sapi sonok" kali ini, diikuti 39 pasang sapi. Masing-masing sebanyak 15 pasangan dari Kabupaten Sumenep, Pamekasan 15, dan dari Kabupaten Sampang sebanyak 9 pasangan.
"Semua peserta akan mendapatkan penghargaan, karena dalam kontes 'sapi sonok' ini tidak ada pemenangnya, sebagaimana karapan sapi," jelas Djonatan. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Jika Aku Mereka: Melihat Dunia dari Sudut Pandang Penyandang Disabilitas
-
Menuju Piala Asia U-20 2027: Timnas Indonesia Ladeni Musuh Bebuyutan Malaysia
-
Di Balik El Nino 2026: Mengapa Indonesia Terancam Krisis Air dan Pangan?
-
Gempa Susulan di Flores Masih Akan Berlangsung 30 Hari ke Depan, Frekuensi Menurun
-
Terima Gratifikasi Rp20,7 Miliar, Eks Kakanwil DJP Mohamad Haniv Ditahan KPK
-
Kemarahan Publik Tak Hanya Soal Prabowo, tapi Akumulasi Masalah 10 Tahun Era Jokowi
-
Ardhito Pramono Gugat Sony Music Terkait Royalti, Akui Rugi Rp5,7 Miliar
-
Masukan LMC untuk RUU Hak Cipta: Lindungi Jurnalisme Tanpa Mematikan Distribusi Digital
-
Jose Mourinho Sewot Rodri Tolak Real Madrid Pilih Gabung ke Barcelona
-
Potensi Panas Bumi Indonesia Capai 23,2 GW, Baru 11,6 Persem Terpasang