Kama Sutra selama ini lebih banyak ditafsirkan sebagai sebuah kitab yang menunjukkan posisi seks atau pornografi. Tapi sebenarnya Kama Sutra jika diinterpretasikan bukan hanya secara fisik, sama sekali bukan buku porno. Kama Sutra diyakini disusun atas dasar Weda, kitab suci agama Hindu.
Seks dalam kitab itu adalah tindakan suci manusia sebagai makhluk Tuhan untuk melahirkan keturunan. Sebuah proses penciptaan, yang menggabungkan prinsip-prinsip kosmis maskulin dan feminin. Kama Sutra adalah panduan beradab mengenai seni cinta, erotisme dan kenikmatan hidup. Ini bukan hanya bimbingan untuk istri yang baik, tetapi untuk perempuan beradab yang terampil, pengertian, cantik dan cerdas.
Pada hewan, energi seksual diarahkan menjadi kreativitas biologis. Namun, pada manusia, energi seksual dapat memicu daya kreatif pada semua tingkatan, biologis, emosional ataupun fisik. Jadi, apa pun yang dirasakan apakah daya tarik, kebangkitan, gairah, bunga, antusiasme atau bahkan kreativitas itu hasil dari energi seksual.
Kama Sutra mengajarkan bagaimana 'menutrisi' energi ini dengan penuh perhatian, merasakannya dengan sukacita dan menggunakannya untuk tujuan yang lebih besar.
Perumusan pertama dari Kama Shastra (buku peraturan cinta) yang dikaitkan dengan Nandi, pendamping Tuhan Siwa, yang kemudian ditulis dan disimpan dalam bentuk Kama Sutra dengan bijak oleh Vatsyayana pada abad 1-6 Masehi.
Kama Shastra adalah salah satu dari tiga teks-teks kuno yang berkaitan dengan kehidupan manusia. Dua yang pertama adalah Dharma Shastra (berhubungan dengan moralitas dan cara hidup) serta Artha Shastra (menyangkut kekayaan materi).
Kama digambarkan sebagai golongan ketiga kehidupan. Kama didefinisikan sebagai kenikmatan benda yang sesuai dengan panca indera pendengaran, perasaan, melihat, merasakan dan mencium, dibantu oleh pikiran bersama-sama dengan jiwa (Kama Sutra, 1883).
Selama hubungan seksual, ada penggabungan dari daging dan roh. Oleh karena itu, ada keinginan yang suci dan murni. Kama Sutra panduan individu untuk mencapai kebahagiaan spiritual melalui tindakan main-main. Ketika ada main-main, bukan kebutuhan, tindakan seksual menyebabkan ekstasi. Oleh karena itu, jika seseorang menumbuhkan kebutuhan seksual, itu mengarah ke banyak konflik mental yang akhirnya menyebabkan ketidakpuasan.
"Semua masalah yang berkaitan dengan seks, neurosis, penyimpangan, perilaku seksual, kekerasan, pelecehan, dapat ditelusuri ke resistensi, penekanan dan penindasan - tidak dengan seksual mendesak sendiri. Jika seks diijinkan untuk menemukan dorongannya sendiri tanpa hambatan luar, maka tidak akan pergi ke ekstrem," ujar guru spiritual Deepak Chopra.
Ekstremisme, dalam bentuk apapun, ujarnya merupakan reaksi terhadap penindasan, hambatan. Menurutnya, jika digali lebih jauh, teks-teks dalam Kama Sutra akan ditemukan setiap posisi seks memiliki penekanan spiritual yang kuat.
"Oleh karena itu, Kama Sutra adalah sesuatu yang sangat berbeda dari apa yang telah ditafsirkan selama ini. Anda hanya perlu melihat perspektif yang berbeda dari kesenangan dan pengalaman itu untuk merasakan spiritualitas itu. (boldsky.com)
Berita Terkait
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Siap-Siap Ikutan Serunya UI Half Marathon 2026, Bakal Susuri Jalur Hijau Kampus di Depok
-
Cara Memilih Teh Berkualitas, Tak Sekadar Wangi tapi Juga Konsisten dari Daunnya
-
Libur Iduladha 2026 Berapa Hari? Ini Jadwal Resmi Menurut SKB 3 Menteri
-
Isi Pidato Presiden Prabowo Hari Ini di DPR RI, Bongkar Kebocoran Anggaran Rp14.000 Triliun
-
Bahan Baku Aman Jadi Fokus Baru Industri Kosmetik, Produsen Mulai Tinggalkan Formula Berisiko
-
Mencuci Beras Sebaiknya Berapa Kali sebelum Dimasak? Jangan sampai Nutrisinya Terbuang
-
Ortuseight Luncurkan Sepatu Padel Vector Bandeja, Gabungkan Performa dan Gaya
-
4 Zodiak yang Cocok Jadi Pasangan Taurus, Hubungan Langgeng Tanpa Drama
-
Nomor Rumah Pembawa Hoki Menurut Feng Shui, Dipercaya Bawa Rezeki dan Keharmonisan
-
5 Lip Cream Paling Laris di Shopee dan Tahan Lama Sampai 20 Jam