- Teh menjadi minuman yang paling banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia menurut data Susenas BPS tahun 2023 hingga 2024.
- Kualitas teh ditentukan oleh pertumbuhan di dataran tinggi, kandungan senyawa alami, serta proses pemetikan daun muda yang teliti.
- Organisasi pangan dunia FAO menyebut tanaman teh yang tumbuh di dataran tinggi dengan suhu sejuk umumnya menghasilkan karakter rasa dan aroma yang lebih kaya karena pertumbuhan daunnya berlangsung lebih lambat.
Suara.com - Teh bukan lagi sekadar minuman pelepas dahaga, melainkan bagian dari identitas budaya masyarakat Indonesia. Baik sebagai simbol kehangatan saat menyambut tamu maupun teman setia di meja makan, teh menempati posisi kedua sebagai minuman yang paling banyak dikonsumsi setelah air putih (Data Susenas BPS 2023–2024). Bahkan, riset Roy Morgan mencatat teh selalu tersedia di 95% hingga 97% dapur keluarga di tanah air.
Namun, di tengah menjamurnya berbagai produk teh di pasaran, tahukah Anda bagaimana cara menilai dan memilih teh yang benar-benar berkualitas?
Indikator General Teh Berkualitas Tinggi
Kualitas seduhan teh yang mantap tidak muncul secara instan di pabrik pengolahan, melainkan ditentukan oleh faktor alam dan ketelitian sejak di perkebunan. Berikut adalah beberapa indikator utama yang menentukan mutu sehelai daun teh:
- Tumbuh di Dataran Tinggi yang Sejuk: Menurut Food and Agriculture Organization (FAO), faktor ketinggian lahan, suhu udara, curah hujan, dan kelembapan sangat memengaruhi profil rasa teh. Perkebunan di dataran tinggi dengan suhu sejuk membuat pertumbuhan tanaman teh menjadi lebih lambat.
- Kandungan Senyawa Alami yang Kaya: Pertumbuhan yang lambat di pegunungan justru menjadi indikator ideal. Proses alami ini memberikan waktu lebih bagi tanaman untuk membentuk senyawa esensial seperti polifenol, asam amino, dan minyak esensial. Senyawa inilah yang menciptakan aroma wangi yang kaya, lapisan rasa mendalam, serta karakter seduhan yang halus (smooth).
- Peran Kabut Alami: Kabut di kawasan pegunungan berfungsi sebagai penyaring paparan matahari langsung. Hasilnya, daun teh dapat berkembang optimal tanpa menghasilkan sensasi rasa sepat yang terlalu tajam atau menusuk saat diminum.
- Pemetikan Daun Muda Secara Teliti: Kualitas tertinggi hanya ada pada bagian daun teh yang paling muda. Proses pemetikannya pun membutuhkan ketelitian manusia (tangan terampil) untuk memilah daun yang layak olah serta menjaga kecepatan penanganan pasca-panen agar profil aromanya tidak rusak oleh paparan suhu udara luar.
Hal tersebut juga menjadi perhatian PT Sinar Sosro Gunung Slamat dalam menjaga kualitas produk tehnya. Sebagai produsen teh siap minum, perusahaan ini mengandalkan sejumlah perkebunan teh di wilayah dataran tinggi Jawa Barat seperti Pangalengan, Garut, Tasikmalaya, dan Cianjur yang dinilai memiliki kondisi alam ideal untuk pertumbuhan daun teh berkualitas.
“Dalam industri teh, pertumbuhan yang lebih lambat justru dianggap ideal karena memberi tanaman lebih banyak waktu untuk membentuk senyawa alami seperti polifenol, asam amino, dan minyak esensial. Senyawa inilah yang berperan dalam menciptakan aroma yang kaya, lapisan rasa yang lebih mendalam, serta karakter seduhan yang halus,” kata Head of Marketing Communications & Public Relations PT Sinar Sosro Gunung Slamat, Devyana Tarigan.
Menurut Devyana, menjaga konsistensi rasa teh tidak cukup hanya saat proses pengolahan. Pemilihan daun teh muda, waktu pemetikan, hingga kecepatan penanganan setelah panen juga menjadi faktor penting.
“Menghasilkan teh dengan cita rasa yang konsisten juga membutuhkan ketelitian manusia dalam menentukan daun teh muda mana yang dipetik, kapan waktu terbaik untuk memetik, hingga bagaimana daun teh muda diperlakukan setelah dipetik sehingga memenuhi standar layak olah,” ujarnya.
"Daun teh muda yang telah dipetik tidak boleh terlalu lama terpapar udara dan suhu panas karena dapat memengaruhi kesegaran serta profil aromanya. Karena itu, proses dari perkebunan hingga pengolahan harus berjalan dalam sistem yang terhubung agar kualitas tetap terjaga," pungkasnya.
Baca Juga: 6 Rekomendasi Parfum Aroma Teh dari Brand Lokal, Wangi Segar Bikin Nyaman
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana